FLAMINGO4D ADALAH SITUS TOGEL ONLINE TERPERCAYA YANG MENYEDIAKAN PERMAINAN TARUHAN TOGEL ONLINE DAN BERBAGAI JENIS GAME CASINO ONLINE

Tampilkan postingan dengan label CERITA SEX. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERITA SEX. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Oktober 2018

KENANGAN SEXKU DI MALAM NATAL

 KENANGAN SEXKU DI MALAM NATAL



flamingo4d.com -Pertama-tama saya ingin memperkenalkan namaku sebagai Alex dan kisah tak terlupakan ini terjadi pada hari ini dimana umat kristiani sedang ramai menyiapkan untuk hari natal keesokan harinya tetapi aku mencoba merayakan natal dengan caraku sendiri bersama kekasihku Novi dan teman baikku yang bernama Trisno di malam natal 2000.

Waktu bertemu Novi memakai pakaian blouse kaos ketat you can see dan panjangnya sampai tengah pahanya sehingga paha putih mulus akan terlihat jelas, blouse berwarna hitam putih berbahan tipis dan di bagian atas model tali terkait ke bahunya.

Blousenya itu mencetak jelas body dan buah dadanya yang berukuran 36B dan dari bokongnya yang nungging terbentuk bulatan penuh menyerupai gunung kembar terlihat celana dalam kecil dan tipis tercetak di blouse bagian belakangnya, paha putih mulusnya jika selagi duduk terlihat celana dalam tipisnya yang berwarna hitam sungguh seksi malam ini.

Trisno tersenyum senang ketika bertemu apalagi melihat Novi terlihat seksi kulihat dia beberapa kali mencuri pandang ke Novi dan ketika kami bertiga berjalan dengan mobil dia beberapa kali berbicara dengan Novi sambil membalikkan tubuhnya ke belakang karena Novi duduk di belakang sementara aku terus menyetir mobil menuju ke karaoke di bilangan Harmoni.

Kita memang ingin santai terutama aku karena untuk melepas stress akibat pekerjaan, bernyanyi dan tertawa di ruang tertutup tentu lebih enak dan puas. Memang betul, dicoba saja walaupun suara anda pas-pasan atau fals, tidak usah anda pikirkan karena semua teman anda tahu bahwa anda bernyanyi dan menikmati suasana untuk melepas beban kerjaan, teriak-teriak saja boleh kok! asal teman anda jangan pada budeg saja jadinya.

Kami bertiga masuk keruangan VIP room di VIP ini ada kursi mebel yang panjang berbentuk huruf U kamar tidur tersendiri dan kamar mandi dalam lengkap. Setelah memesan makanan dengan satu picher bir dan nasi goreng berikut kentang goreng plus kacang mede, kami bernyanyi bersama dan kadang sendiri diselang-seling dengan dansa bertiga dan joged berdua pokoknya semua happy.

Setelah tuntas makan dan minum kembali bernyanyi setelah melihat suasana telah menghangat aku melihat antara Trisno dan Novi adanya perasaan ingin berbincang tanpa adanya aku, maka aku mengambil inisiatif untuk ke bawah, bilangnya untuk mengambil rokok, padahal tinggal pesan saja ke kamar rokok dapat di antar ke kamar.

Bagaimanapun juga peristiwa yang lalu sudah berlangsung cukup lama sehingga mereka agak cukup riskan juga untuk lebih mengakrabkan suasana yang ada. Ini terlihat ketika beberapa kali Trisno berusaha lebih mendekatkan diri ke Novi dengan posisi duduk Novi di antara kami berdua terlihat.

Trisno kadang dengan ragu meletakkan tangannya di pundak Novi apabila Novi merebahkan badannya ke sofa, kadang dengan pura-pura bercanda tangannya diletakkan di paha Novi dan Novi juga terlihat canggung, kadang mencubit paha Trisno kadang merebahkan kepala dan badannya ke pundak Trisno dan kepadaku juga dia melakukan hal itu. Akhirnya, “Aku ke bawah dulu ya… mau ambil rokok di mobil.

” kataku. Kulihat Trisno tersenyum, “Saya kalau bisa Marlboro…” kata Trisno. Novi hanya tersenyum, “Yaa sudah saya cariin deh kalau ada warung rokok di seberang jalan,” kataku memberi kesempatan ke mereka berdua untuk waktu yang agak memungkinkan mereka lebih mengakrabkan suasana yang ada karena bagaimanapun Novi adalah kekasihku dan Trisno adalah teman baikku yang sudah kuanggap sebagai saudaraku sendiri.

Aku keluar ruangan dan segera mengambil rokok di mobil dan segera naik kembali ke atas. Aku sengaja tidak masuk ke dalam ruangan, tapi karena kulihat pintunya yang sebagian tengahnya dari kaca gelap maka aku dapat melihat ke dalam. Aku ingin tahu apa mereka telah akrab kembali? Kebetulan di lantai atas suasananya sepi dan dari luar kaca itu aku dapat melihat ke dalam, karena di dalam ruangan itu lampunya dalam keadaan hidup sementara di luar dalam keadaan gelap.

Biasanya di dalam dimatikan dan hanya diterangi dari cahaya TV yang menyala. Kulihat ternyata posisi Trisno telah berubah sekarang. Mereka terlihat sedang saling berpelukan mesra. Kulihat tangan Novi melingkar ke belakang leher Trisno, sementara tangan Trisno juga memeluk pinggang Novi. Trisno sedang mencium bibir Novi dan ternyata Novi membalas dengan menengadahkan kepalanya ke atas.

Mereka saling melumat, terlihat dari gerakan kepala Trisno dan Novi yang saling berpindah posisi miring kiri dan kanan dengan penuh emosi mereka berdua tengah saling mempermainkan lidahnya. Setelah cukup lama maka tangan Trisno mulai merayapi lekuk lekuk tubuh Novi.

Kadang tangannya meremas bongkahan bokong Novi dan perlahan merayap ke atas dan sampai ke gundukan bukit buah dada Novi dan dengan remasan perlahan tapak tangannya lalu membuat gerakan meremas dan memutar seperti memijat.

Ketika Novi menengadahkan kepalanya ke samping segera Trisno menundukan kepalanya ke gundukan buah dada Novi dan melakukan gerakan mencium buah dadanya dari luar blouse sambil menciumi dada Novi. Dari luar, tangan Trisno menarik tali di pundak kiri Novi lalu menarik tali itu ke bawah melewati tangannya karena dia tidak memakai BH.

Maka tersembulah buah dadanya bagian kiri dengan daging yang putih mulus dengan putingnya yang telah mengeras di muka Trisno. Dengan perlahan lidah Trisno menyapu gundukan bukit buah dada Novi dan kadang menghisap perlahan puting Novi.

Kulihat Novi memejamkan matanya dan mulutnya terbuka. Aku tidak dapat sama sekali mendengar erangan dan desahan Novi karena ruangan itu kedap suara dan juga adanya suara lagu-lagu yang terus berputar di ruangan itu. Tapi itu tidak menghalangi keinginanku untuk terus melihat dari luar tanpa berusaha untuk masuk ke dalam kamar karena aku sudah berjanji kepada Trisno bahwa aku akan membagi semua milikku kepadanya termasuk kekasihku dan aku akan ceritakan di lain kesempatan bagaimana Trisno juga memberikan adiknya kepadaku. situs togel online

Novi telah birahi, dia menggelinjangkan badannya ketika Trisno terus menghisap putingnya. Sementara tangan kanannya mengangkat pinggul Novi ke atas dan Novi dengan pasrah mengikuti gerakan tangan Trisno yang mengangkat blouse ketat Novi ke atas. Blouse itu berhenti di atas pinggulnya sehingga sebagian pinggulnya yang putih mulus itu telah berada di dalam genggaman tangan Trisno.

Tangan itu terus mengusap dan membelai paha jenjang, sementara celana dalam hitam Novi yang tipis terlihat jelas dan gundukan daging liang kemaluannya tercetak di kain penutup celananya juga terlihat remang-remang bulu-bulu kemaluannya keluar dari atas celana dalam mini Novi.

Tangan Trisno yang kiri kulihat membuka reitsleting celana jeansnya dan kulihat tangannya mengeluarkan kejantanannya yang ternyata telah menegang dan besar lalu mengarahkan tangan Novi untuk memegang batang kejantanannya.

Novi dengan perlahan memegang batang kemaluan tersebut, dan secara perlahan lama kelamaan mulai mengurut batangan itu ke atas ke bawah dan mereka berdua terus memberikan rangsangan kepada lawannya masing-masing. Tangan Trisno kadang meremas bongkahan pantat Novi dan meremas pinggul Novi.

Sementara Novi tangannya terus mengurut batang kemaluannya ke atas ke bawah. Cukup lama mereka melakukan hal itu. Kurasa mereka berdua saling mendesah dan mengerang terlihat dari gerakan bibir dan mulut Trisno dan Novi yang kadang terbuka dan tertutup.

Kadang mereka saling bicara diselingi ciuman mesra layaknya orang bercumbu penasaran dan cemburu pasti ada pada diriku tapi dorongan untuk melihat tindakan mereka berdua lebih kuat di otakku saat ini. Blouse Novi, tali dipundaknya telah terlepas kedua-duanya ke bawah sehingga blouse tersebut kini terlipat di tengah badan Novi, bibir dan lidah Trisno berganti-ganti mengisap dan melumat bukit dada Novi kiri dan kanan membuatnya mengerang dan menggelinjang badannya.

Kulihat Trisno berkata sesuatu ke Novi dan tangan Trisno mengangkat Novi ke pangkuannya kulihat

Trisno duduk menyandarkan badannya ke belakang. Sementara Novi duduk di pangkuan Trisno, dengan mesranya tangan Trisno meremas bongkahan pantat Novi sementara mulut mereka berdua saling lumat saling bermain lidah dan kadang tangan Trisno keduanya meremas kedua bukit dada Novi dan Novi pun karena terangsang mulai menggerakkan perlahan pinggulnya maju mundur.

Rupanya batang kemaluan Trisno tengah digesek-gesekkan ke belahan kemaluan Novi walaupun Novi tetap memakai celana mininya yang tipis, tapi aku yakin Novi merasakan gesekan batang kemaluan Trisno di belahan kemaluannya.

Tak kumengerti kenapa Trisno tidak melepas celana dalam Novi yang tipis dan kecil itu padahal tinggal menarik atau menggeser sedikit tutup kain tipis kecil penutup belahan kemaluan Novi, maka liang kemaluan Novi akan terbuka di hadapannya dan tentu batang kemaluan besar itu dapat menerobos belahan liang kemaluannya.

Hanya terlihat tangan Trisno masuk ke dalam celana Novi di bagian pantat dan hanya dengan menggeser kain tipis pada pantat Novi. Jemari Trisno dengan leluasa meremas bongkahan pantat Novi.

Saya hanya bermasturbasi ria sambil menonton atraksi yang menggairahkan itu. Novi terus bergerak di pangkuan Trisno, kedua tangannya merangkul leher Trisno sehingga bukit buah dada Novi tepat berada di muka Trisno. Sementara gerakan pantatnya maju mundur memberikan gesekan pada belahan kemaluannya kadang kepalanya tertunduk dan membuat bukit dadanya menekan muka Trisno saat itu Trisno memberikan sapuan pada bukit tersebut dengan lidahnya.

Pada saat kepalanya terlempar ke belakang, Trisno meremas buah dada itu dengan tangan kanannya melakukan gerakan memuntir perlahan puting Novi. Sementara tangan kirinya menyelinap ke belakang bongkahan bokong Novi dan membantu menggerakkan pinggul Novi maju mundur berirama kadang cepat kadang dengan gerakan lembut.

Lidah dan mulutnya tak kalah sibuk terus melumat dan menjilati sekujur dada, leher dan muka Novi seperti mandi kucing. Kurang lebih lima belas menit mereka berdua bergerak seperti penari erotis dan akhirnya Novi sepertinya telah ejakulasi dengan keluar air kenikmatannya, terlihat dari gerakannya yang perlahan dan lemas dibahu Trisno.

Trisno berbisik dan lalu merebahkan Novi ke kursi panjang itu dengan posisi tetap seperti dalam pangkuan. Maka ketika direbahkan ke kursi posisi Novi dalam keadaan tertindih dengan kakinya yang tetap mengangkang lebar. Sementara kedua paha Trisno berada di antara paha Novi.

Batang kemaluan Trisno dalam keadaan menegang tetap berada di belahan kemaluan Novi yang ditutupi celana mini tipis itu. Tangan Novi memeluk leher Trisno dan bibir mereka kembali saling berpagutan dan terlihat mereka berdua saling bermain lidah. Sementara tangan Trisno tak lepas dari meremas dan membelai bukit buah dada Novi. Lalu Trisno berkata sesuatu ke Novi dan kulihat Novi menggelengkan kepalanya. Yak lama kemudian Trisno perlahan mulai menggerakkan pinggulnya naik turun. Kulihat gerakan itu teratur bergerak naik turun dan kadang menekan. Sementara Novi menengadahkan kepalanya ke atas.

Aku tidak tahu apa mereka bersenggama atau hanya eges-eges (gesek gesek) tapi celana dalam Novi tetap berada pada tempatnya. Kalau melihat gerakan mereka persis seperti orang bersenggama tapi kok celana itu? Trisno terus bergerak maju mundur membuatku penasaran dan batang kemaluanku tegang sendiri. situs togel terpercaya

Memikirkan itu aku panik juga bagaimanapun dia itu adalah cewekku tapi ini kami lakukan hanya untuk untuk membuat dia senang dan mengisi kekosongan di dalam suasana yang BT. Untuk itu aku harus memastikannya aku segera membuka pintu perlahan, tapi ternyata mereka berdua tidak mengetahuinya, pasti karena suara lagu yang diputar cukup keras sehingga mereka tidak tahu dan menyadari adanya kehadiranku di belakangnya.

Dengan berdiri di belakang mereka aku dapat melihat jelas Trisno posisinya dengan bersandarkan pada kedua sikunya sehingga tubuhnya tidak menghimpit badan Novi tapi buah dada Novi tetap saling berhimpitan dengan dadanya. Sedangkan bagian bokong Trisno terus melakukan gerakan memajukan dan menarik pantatnya.

Kulihat Novi mengerang dan mendesah perlahan, tapi aku tidak dapat melihat apakah celana dalam Novi digeser kain penutup depan bagian liang kemaluannya atau tidak karena terhalang oleh body Trisno yang tinggi besar, dan memang celana itu tetap berada di tempatnya hanya merosot sedikit ke bawah.

Terlihat tali celana itu tidak lagi berada di pinggangnya tapi telah berada di pinggul. Penasaran melihat mereka akhirnya aku merasa yakin mereka hanya gesek- gesek, maka aku rebahan di kamar tidur kurang lebih sepuluh menit aku rebahan menenangkan diri.

Ketika telah tenang otakku akhirnya kupanggil Novi ke dalam, “Novvv…” kataku. Tak ada jawaban , “Novvvvv…” kataku lagi. “Yaa…” kata Novi menjawab.

Aku rasa dia berdua kaget kalau aku ternyata telah di dalam. Novi ke dalam dan tersenyum malu dengan wajah merah. “Kenapa sayang…” kata Novi sambil memelukku. “Kamu tadi ngapain…” kataku menyelidik sambil memandangnya gemas. “Kamu kan lihat sendiri…” kata Novi.

“Kamu tidur sini…” kataku menarik dia rebahan di tempat tidur. Tanpa buang waktu ketika dia belum rebahan kulepas baju kaosnya sehingga tinggal celana dalam mininya. Perlahan kujilati buah dadanya, terasa wangi permen menthol. Memang di depan disediakan permen, tapi terus saja kulumat putingnya.

Dia mengerang dan rupanya dia tidak sabar, segera menarik kaosku ke atas serta segera melepaskan celana panjang dan celana dalamku. Rupanya pemanasan yang dilakukan tadi di luar bersama Trisno terlalu lama membuatnya sudah ingin untuk bersenggama. Kejantananku yang sudah menegang segera dipegangnya lalu dihisap dan dilumat ke dalam mulutnya.

Kurasa dia begitu terangsang birahinya karena dalam melumat batang kemaluanku semua ditelannya sampai mentok di tenggorokannya. Kadang bijiku dihisap dan lidahnya bermain di sekujur batang kemaluanku sampai ke buah zakarku dijilatinya. Lidahnya terus bermain-main di ujung kepala kemaluanku dan menggeser-geser belahan lubang kencing kemaluanku. Rasanya… “Uuufff aakkhhh…” desahku.

“Gila banget! Kamu sudah konackhh ya.. Ginnn…” erangku keenakan dan terasa geli kadang meriang (coba saja hal itu dengan pasangan anda pasti meriang itu badan). Gila juga Novi kalau sudah panas dia seperti orang di padang pasir. Habis semua kemaluanku dilumatnya, sementara kulihat dicelananya ada gumpalan cairan membasahi kain celana penutup belahan kemaluannya, seperti bulatan. Rupanya dia sudah banjir dari tadi atau bekas air mani Trisno? Penasaran aku tanya dia, “Kamuuu tadi gituan yaaa…?” tanyaku penasaran.

“Emmmhh… emmhhhff…” dia tidak menjawab hanya terus melumat batang kemaluanku lebih kuat lagi. Digigitnya kepala kemaluanku pelan dan gemas, “Akkhhh… gilaaa kamuuu…” kataku. B

atang kemaluanku mengeras kuat seperti besi balok. Kubiarkan dia memuaskan hasratnya melumat habis kejantananku dari ujung sampai pangkalnya. Momen ini kunikmati dan segera kubuka celana dalamnya, ternyata kemaluannya telah basah dan lembab. Saat kubelai belahannya masih terasa rapat, jadi mungkin dia belum sampai sejauh itu, pikirku.

“Kamu di atas Nov…” kataku menarik badannya ke atas menduduki pinggangku. Perlahan dengan tangannya yang menggenggam batang kemaluanku mulai diarahkannya ke lubang kemaluannya.

Kepala kemaluanku perlahan ditekan dengan bibir kemaluannya dan perlahan membelah bibir kemaluannya yang telah basah membuat lebih mudah kepala batang kemaluan itu menyusup belahannya.

Terus Gina menekan ke bawah pinggulnya dan, “Akhhh…” erang Novi. “Enaaakkk… aduuhhh pelan-pelan, enakkk…” desahnya. “Uufff… yaa enaakk…” desahku keenakan. Pelan-pelan batang kemaluanku makin lama makin tenggelam ke dalam liang kemaluannya. “Akkkh… masuuukkk… ookkhh kontolllu… akkkggg… ennnakkkk…” erang Gina terpejam.

“Gilaaa… liang kemaluan kamuuu… masih rapat Ginnn…” kataku sambil menghentakkan pinggulku ke atas dan menariknya ke bawah perlahan seperti slow motion berulang kali. Setelah sepuluh kali dengan gerakan itu, terasa telah dengan bebas dan mantap terkendali kemaluanku menyodoknya.

Lama kemudian gerakan batang kemaluanku makin mantap menyodok liang kemaluan Gina.

Dengan sepenuh tenaga kugerakkan pinggulku naik turun tanpa henti sebanyak dua puluh kali membuat Novi berteriak sambil matanya terpejam histeris, “Aaakk.. akhhh.. akkkhh… oohhkkk… aahhh.. uufff… aduhhhh… giilllaa… aahhh… aadduuhh…” terengah Novi.

Sangat bergairah dia dengan gerakanku membuatnya membalas gerakanku dengan hentakan kasar.

Novi segera menghentakkan pinggulnya cepat kadang dia melakukan gerakan memutarkan pinggulnya sehingga terdengar bunyi “Brreeoott… brreettt… brreeeoott…” Rupanya telah banjir sekali di dalam liang kemaluannya tapi dinding kemaluannya tetap menjepit batang kemaluanku. “Luar biasa, gila kamuuu hot bangetttt.. Ginnn…” kataku.

“Gue mauuu yang kuattt… yang kuattt nekannya ahhkkk.. yang panjang kontolnyaa… akkkhh terusss ngentotin kontolnya… akkgg…” erang Novi histeris. Kurasa Trisno juga mendengar erangan Novi karena pintu kamar tidak kututup ketika Novi masuk tapi biar saja dia terangsang, pikirku.

Selang lima belas menit ternyata gerakannya makin panas saja. Habis sudah kemaluanku dihisap ditarik di dalam liang kemaluannya. Sementara badannya telah keringatan, “Aahh… aaahhkkk… uufff… ennaakk…” desah kami berdua. Kadang aku sengaja mengangkat pantatku tinggi-tinggi dan dia menekan kemaluannya makin ke bawah terus pinggulnya berputar-putar sehingga terdengar bunyi “Breeet brett brrett…” Terasa panas di sekitar batang kemaluanku.

Kuat juga aku telah dua puluh menit dengan gerakan yang membuat keringat membanjir tapi sampai saat ini belum terasa juga kalau air maniku akan keluar. Biasanya yaaa dengan gerakan yang seperti biasa paling lama sepuluh menit keluar air maniku. Mungkin karena aku ingin membuktikan bahwa aku juga bisa kuat dari teman baikku.

Yang jelas batang kemaluanku dalam keadan stabil menegang terus dan gerakanku tidak berubah. Kadang lembut dengan hentakan yang kuat dan kasar dengan gerakan memutar dan mengocokkan batang kemaluanku terasa seperti membor lubang kemaluannya dan ternyata Novi menyukai gerakan dan hentakan yang kulakukan.

“Giiilaaa.. kamu kuat sekali… tumben tuh… oohh gue puaasss…” desah Novi keenakan dengan tersenyum puas. “Ya sudah lama ya Nov, nggak beginii…” desahku. Karena tidak keluar-keluar juga ini air mani, akhirnya kami kecapaian sendiri. Dalam keadaan terengah-engah keenakan kami berhenti sebentar. Akhirnya aku tanya ke dia, “Bagaimana kalau kita istirahat dulu Nov..” ternyata dia mengangguk setuju dengan muka memerah dan keringat di dahinya menetes. Aku usul lagi,

“Kita keluar yukk… Nov.. kasihan Trisno… sendiri di luar,” kataku. Tanpa bertanya lagi Novi lalu melepas segera batang kemaluanku dari lubang kemaluannya. Rupanya dia juga belum tuntas dan keluar dari kamar berjalan dengan telanjang bulat. Dia keluar sendiri, sementara aku menjadi bengong. Ternyata Novi tanpa bertanya lagi keluar kamar dalam keadaan badan telanjang bulat.

Gillaa! sudah konak dia rupanya. Beraninya dia telanjang bulat menemui Trisno di ruang depan. Aku tersentak, segera ke kamar mandi mencuci kemaluanku yang telah basah oleh karena air kenikmatan dari liang kemaluan Novi. Di kamar mandi aku berpikir ngapain Novi di luar bersama Trisno,

tentunya Trisno terkejut dengan kehadiran Novi yang telanjang bulat di hadapannya. Setelah cukup lama di kamar mandi membersihkan diri sekitar kemaluanku. Perlahan aku keluar kamar dan berdiri di pintu. Kulihat sesuatu yang telah membuat aku terkejut. Gila! aku jadi terangsang sendiri melihatnya.

Novi ternyata dalam posisi yang sangat seksi sekali. Mungkin Novi telah tinggi birahinya. Sepertinya telah terangsang penuh birahinya dan tanpa malu dan ragu lagi dia dalam posisi menungging. Dalam posisi menungging di atas kursi dalam keadaan telanjang bulat. Terlihat tubuh putih mulusnya dengan lekuk tubuhnya, bokongnya putih mulus dan pinggul yang cukup besar pinggangnya yang ramping.

Bokongnya yang tinggi ke atas dan buah dadanya menjuntai keras membentuk bulatan dengan putingnya yang telah mengeras, rambutnya yang hitam dan panjang lurus sebagian tergerai kesampingnya, sebagian lagi menutupi pundaknya yang halus dengan bulu-bulu halus di sekitar pundaknya menambah seksi posisinya. Sementara tangan kiri Trisno mengusap dan membelai serta kadang meremas bongkahan pantat Novi yang sedang menungging itu. Tangan kanan itu meremas buah dada Novi dengan remasan perlahan dengan jemari menjepit puting Novi.

Trisno telah menarik celananya sendiri berikut celana dalamnya ke bawah di antara lututnya. Batang kemaluannya terlihat menegang keras dan besar dengan bulu-bulu kemaluan yang berwarna hitam. Sedangkan kepala kemaluannya berwarna merah dengan diameter ukuran botol Aqua 600 ml.

Ukuran batangnya panjang 23 cm, diameter batangnya 6 cm. Terlihat kepala kemaluannya tengah dicium-cium oleh bibir Novi. Novi ternyata sedang asyik menciumi kepala batang kemaluan dan belahan air kencingnya. Dengan posisi menungging, dalam keadaan telanjang bulat, perlahan-lahan mulut itu menelan kepala dan batang kemaluan itu. Hampir tidak muat mulut Novi menelan kepala itu.

Mulutnya harus membuka selebar-lebarnya dahulu baru dapat mengulum batang kemaluan Trisno. Perlahan dan tak lama kemudian terlihat kepala Novi naik turun ke atas ke bawah dan kadang lidahnya menjilati batang kemaluan Trisno yang besar.

“Aahh Gooddhhh…” desah Trisno terpejam keenakan. Sementara Novi hanya mengerang karena tangan Trisno terus memberi remasan di sekitar kemaluannya. Terlihat tangan kiri Trisno menyusup dari bawah badan Novi dan berhenti jemarinya ketika berada di belahan selangkangan paha Novi. Jarinya bergerak membelai belahan kemaluan Novi yang telah basah. Setelah kurang lebih lima menit menyaksikan adegan yang mendebarkan jantung, perasaanku berdebar kencang karena terangsang.

Aku benar tidak sabar melihat adengan itu. Kemaluanku mengeras kembali malah lebih keras dari yang tadi pada saat bersenggama di dalam kamar. Dalam keadaan telanjang bulat dengan batang kemaluan menegang aku menghampiri mereka. Kulihat mereka kaget, “Oopppss…” kata Trisno kaget. “Sorry gue nggak tahan…” kataku. Tanpa permisi lagi kuambil posisi di belakang bokong Novi yang polos dan dengan berjongkok di belakang Novi, mulutku langsung menjilati kemaluan Novi.

Ternyata Trisno hanya tersentak sedikit tapi dia terus malah mengangkangkan kakinya lebih lebar sehingga belahan kewanitaan Novi itu lebih terkuak membuka, sehingga klitorisnya terlihat dan segera kujilati klitorisnya dan kumainkan lidahku di sekitar klitorisnya. “Aakkhh emhhff ahhh mmhhh aauufff… ahh…” desah Novi dengan kepalanya yang makin cepat bergerak naik turun di selangkanganku. Sementara tangan keduanya telah meremas buah dada Novi. Terus kumainkan belahan liang kemaluannya dan kadang lidahku menerobos masuk ke dalam belahannya terus mengkilik-kilik sekitar klitorisnya yang terlihat memerah.

“Emmhhpp… emmppphh… ahhh…” dia mengerang keenakan. Kurasakan dia menggerakan pinggulnya dengan irama dangdut, yaitu menggerakkan perlahan bokongnya serta meliuk-liukan badannya dan berkedut-kedut liang kemaluannya, “Emmfff… mmmbhh…” kadang badan Novi di angkat ke atas dengan cara menekan buah dada Novi ke atas. Ketika itu bibir kami berdua saling berpagutan desahnya tidak tahan lagi dan terus tangannya mengarahkan kepala kemaluanku ke dalam lubang kemaluannya dan perlahan,

“Ahhkkk… aah ahhh… oohhh… ennaakknyaaa…” erang dan merintih dalam kenikmatan kemaluanku masuk perlahan. Tak lama batang kemaluanku dalam hitungan detik tenggelam sudah di dalam liang kemaluan Novi yang telah basah dan hangat dinding liang kemaluannya. “Aahh… aahhh… aahhkk… dorong yang kerass.. ahk yaaa… aahkkk dorong terusss…. yyaa… ahkk tekan yang dalammm… eennaakhh…” rintih Novi sambil terus mengikuti gerakan dorongan pinggulku yang menghentakkan batang kemaluanku seluruhnya ke dalam lubang kemaluannya.

“Bleeppss… sleepss… bleebss… slleeppss bblleppss… slleppsss…” “Aahhh… aahhh aahh eenaaknya… kamuuu… gilaa luaarr biasaa… enakkk ngentotin kamu Giinnn… akkhh…” erangku kenikmatan terasa hangat batang kemaluan. Dengan posisi kuda-kuda yang sangat mantap kakiku terasa menapak bumi tidak bergeser dalam menggerakkan pinggulku maju mundur sehingga pusat tekanannya dapat kupusatkan kepada batang kemaluanku yang terus menggenjot atau menggelosor keluar masuk belahan liang kemaluannya.

Dengan gerakan seperti menyalurkan tenaga dalam maka nafasku dari seputar perut kuatur semua gerakanku sehingga gerakan yang terjadi bukan melalui pikiran tapi telah digerakkan secara otomatis melalui sekitar pinggulku nafasku perlahan dalam satu kali tarikan nafas, aku dapat menghujamkan kemaluanku sebanyak tiga kali atau bisa sampai tujuh kali. Pada saat melepas nafasku, keluar gerakan kulakukan berputar sekitar pinggulku, sehingga otomatis batang kemaluanku melakukan gerakan berputar dua atau berkali-kali di dalam liang kemaluannya.

“Aahkkk… akhh… gilaaa… gilaaa… akkhhh… akhhh… gilaaa… enakk… enaakk… ahhh… uuuff… adduhh… enaknyaaa… aaookhhh…” Novi merintih dan mengerang. Trisno melihat kepadaku dengan pandangan tidak percaya kalau aku dapat melakukan gerakan seperti itu yang membuat Novi kelojotan dan bergetar seluruh persendian badannya. Baru tahu dia, pikirku tersenyum kepadanya dan rupanya membuatnya menjadi terangsang.

Kulihat matanya saat itu terbelalak ketika melihat batang kemaluanku keluar masuk teratur dengan nafas yang teratur juga. Batang dan kepala kemaluannya memerah dalam cengkeraman tangan Novi. Batangnya makin lama makin mengeras, karena Novi makin lama dia tidak dapat mengcengkeram diameter batang kemaluan itu.

Novi makin mempercepat gerakan tangannya menarik dan melakukan gerakan memutar atau seperti memelintir batang itu. Ternyata Novi hanya tahan sepeluh menit di dalam menghadapi adukan batang kemaluanku yang mengamuk di dalam liang kemaluannya hingga dia melenguh dalam rintihan, “Aahhh… aakkhhh… ooohhhh gueee keluaarr…” badannya bergetar hebat dan matanya terpejam dan mulutnya terbuka menganga lebar.

Trisno terpaku memandang Novi yang ejakulasi dengan badan yang bergetar dan akhirnya Trisno rupanya tidak tahan melihat keadaan yang ada di hadapannya dan yang juga terjadi pada batang kemaluannya. Sehingga matanya membelalak dan lalu terpejam, “Aahhkk aaahhh… ahhkkk…” keluar air maninya di dalam genggaman tangan Novi. Air mani itu meleleh di jari-jari Novi. “Ha.. haa haa…” aku tersenyum penuh kemenangan.

Kalah lama dia karena aku sendiri belum apa-apa saat ini. Setelah Novi mengelap tangannya dengan tissue basah, kutarik dia untuk gantian duduk di atas pangkuanku. Dengan posisi saling berhadapan kemaluanku menghujam kembali ke dalam liang kemaluannya dan gantian dia yang bekerja dengan gerakan memutarkan pinggulnya dan gerakan memaju-mundurkan bokongnya dan kadang kurasa liang kemaluannya berdenyut-denyut seperti menghisap batang kemaluanku. Rupanya dia ingin membuatku keluar juga air maniku.

Setelah lebih kurang sepuluh menitan dia membuat batang kemaluanku kerja keras. Kulihat dia juga telah mau keluar lagi mengerang. Dia, “Aahhkk… akhh ahhh gue mauuu keluaarrr… lagii… samaa-samaaa kamuuuu keluarrr jugaa… yaaa…” erang Novi. “Aahhh yyaaa barenggg Nov… guee juga ampirrrr… keluarr… aahhkk aakkhh… yaakkk keluuaaarr… ahkkk akhh…” erang Novi dan aku bersamaan, “Aahhh… giilaa…. eenaakk… puasss gueee,” rintih Novi. Keluar sudah dan tuntas birahi yang menghimpit dan menggunung di dada ini. Ada barangkali lima semprotan air maniku keluar membasahi seluruh rongga dalam liang kemaluannya sampai akhirnya kulepas batang ini.

Puas sekali. Setelah berbenah diri, mencuci dan membersihkan bekas-bekas yang ada dan ternyata kami telah memakai ruangan itu selama tiga jam dan habis total cuma Rp. 375.000 untuk semua all in, siiplah. bandar togel aman
Share:

Sabtu, 20 Oktober 2018

KUPAKSA KAKAKKU PUASKAN NAFSU SEXKU

 KUPAKSA KAKAKKU PUASKAN NAFSU SEXKU



flamingo4d.com -Namaku Fadil. Usiaku baru 18 tahun. Aku tinggal dengan kakak perempuanku yang usianya 2 tahun lebih tua dariku. Ga terasa sudah 2 tahun aku dan kakak perempuanku yang bernama Lisa tinggal berdua di Jakarta untuk menimba ilmu. Seperti normalnya anak seusiaku yang sedang menginjak masa puber, aku sering banget nonton film bokep. Bisa dibilang aku ketagihan dan hampir setiap hari aku pasti coli minimal satu kali.

“Bro, ada film baru ga?” tanyaku ke temanku yang mempunyai koleksi film bokep banyak banget.
“Ah kamu otak isinya bokep melulu.. download aja kan banyak” gerutu Andre sambil menghisap rokok yang ada di tangannya.
“Kamu tau sendiri kan koneksi internetku lelet banget…bagi donk Dre film terbarunya, bosen aku coli pakai yang itu-itu aja” kataku.
“Iya iya entar ke rumahku aja. entar kupinjemi HDDku” kata Andre menghabiskan rokoknya. Begitu rokoknya habis aku dan Andre berboncengan motor menuju rumah Andre.
“Kamu tunggu disini aja” kata Andre menyuruhku nunggu di ruang tamu. Kemudian Andre naik ke lantai atas untuk mengambil HDD yang dia janjikan. Ga lama Andre turun memberikanku HDD lengkap dengan kabel datanya.
“Copy aja ke laptopmu kalo dah selesai balikin” kata Andre.
“Siap bro” jawabku. Selesai urusan di rumah Andre aku langsung tancap gas balik ke rumah.
Sesampainya di rumah kakakku yang berada di depan rumah langsung mengintrograsiku,
“Dari mana kamu?” tanyanya.
“Biasa nongkrong sama Andre” jawabku. Kak Lisa berjalan mendekatiku dan mengendus badanku.
“Kamu merokok ya?” tanya kak Lisa.
“Ga kog, lagian kamu kan tau kalo aku ga suka ngerokok…tadi Andre yang ngerokok aku kena asapnya” jawabku menjelaskan.
“Oh gitu, terus itu kamu beli apaan?” tanyanya lagi.
“Ah kamu kepo banget sih kak, ini aku pinjem barang punya Andre” jawabku lagi.

Aku lantas buru-buru masuk ke kamarku sebelum ditanya apa isi HDD yang aku bawa. Begitu masuk ke kamar langsung saja kukunci pintu kamarku dan langsung mengecek isi HDDnya. “Wow…Banyak banget sampai 500GB bokepnya” kataku takjub. Kulihat banyak banget foldernya ada Jepang, Faketaxi, Czech, Indo, br4zz3r dan Incest. Mataku langsung tertuju ke folder incest. Kubuka folder itu dan memainkan sebuah film yang berjudul ‘fucking my petite sister’.

Film ini punya plot dimana seorang cowok yang nafsu melihat kakak perempuannya yang seksi. Kemudian dia mulai menggoda kakak perempuannya sampai akhirnya dia ngentotin saudaranya sendiri. Tanganku meraih kontol yang mulai mengeras dan kukocok kocok. Adegan seks terlihat semakin lama semakin kasar dan si wanita mulai berteriak ga karuan. Melihat ekspresi wajah pemain bokep membuatku semakin cepat mengocok kontolku.

“Aaaahhh…oooohhh…Lisa….” desahku saat aku meraih orgasmeku. Aku langsung mengelap spermaku yang muncrat di meja komputerku. Aku kog jadi mikirin kak Lisa ya saat liat nih film, mungkin karena aku juga punya kakak perempuan yang seksi.

Tak lama kemudian kak Lisa berteriak memanggilku,
“Fadil ayo turun makan dulu”
Aku pun buru-buru merapikan pakaianku dan segera turun seolah ga terjadi apa-apa.
“Kog makannya cepat banget sih kak” kataku.
“Iya kakak mau pergi sama temen” jawabnya.
“Aku ikut dong kak, bosen nih di rumah terus” kataku.
“Ga boleh, kamu di rumah aja lagian kamu kan ga kenal sama temanku” katanya.

Selagi makan aku memperhatikan badan kak Lisa. Walau toketnya kecil tapi terlihat pas dengan badannya yang mungil. situs togel online

“Kakak pergi dulu ya, nanti piringnya ditaruh di dapur aja” kata kak Lisa begitu selesai makan.
Selang beberapa menit aku pun sekesai makan dan lalu kembali ke kamar. Ga puas aku kalo cuma ngecrot sekali aja. aku kembali menonton koleksi film Andre. Kali ini pilihanku jatuh ke yang judulnya “Rape my big sister” . Film tentang seorang bocah cowok yang sudah ga tahan lagi dengan keseksian kakak perempuannya.

Saat kakaknya tertidur, dia perkosa sampai akhirnya kakaknya ikutan menikmati seks terlarang itu. Tanganku terus mengocok menikmati plot dari film bokep itu. Entah mengapa kali ini spermaku ga kunjung keluar. ‘Duh, kok jadi ga bisa keluar gini ya, apa yang kurang ya’ pikir gua. AHA! Pikiranku terus membayangkan kak Lisa yang seksi. Mungkin plot bokep ini membuat aku jadi tergila gila dengan kak Lisa secara dadakan. Aku langsung masuk ke kamar kak Lisa mumpung orangnya sedang pergi. Aku membuka lemari pakaian dan mulai mencari, aku mengambil sebuah kain tipis bewarna putih yang ga lain da ga bukan adalah kolor kak Lisa. Ternyata kak Lisa sukanya pakai model tali begini. Mungkin buat menggoda cowok lain pikirku nakal. Lalu aku kembali ke kamarku sambil membawa kolor kak Lisa.

Sambil kembali menonton film bokep itu, aku mulai membalut kontolku dengan kolor kak Lisa. Sensasi menggunakan kolor kak Lisa sebagai objek membuatku mabuk kepayang. Bahkan sekarang aku udah ga terlalu fokus menonton film bokep itu. Aku cuma coli sambil membayangkan kak Lisa.

“Aaahhh…kak Lisaaa…” desahku sambil mengocok kontolku sampai akhirnya aku mencapai orgasme. Spermaku tumpah semua di kolor kak Lisa.

“Dil, jemputan kakak ga dateng dateng nih, anterin kakak dong” kata kak Lisa sambil membuka pintu kamarku.
“Fadil!!!” teriak kak Lisa begitu melihatku sedang coli sambil melihat bokep.
“Ka..ka..kakak..kog udah pulang” kataku panik. Buru-buru aku langsung menyelipkan kolor kak Lisa di bawah selimutku.
“Jemputan kakak ga dateng dateng jadi kakak masuk lagi ke rumah…dan ternyata ini yang kamu lakukan kalo kakak ga ada di rumah?” bentak kak Lisa.

“Namanya juga Abg kak” jawabku malu bercampur takut.
“Itu apa yang kamu sembunyikan?” tanya kak Lisa sambil mencoba menarik selimutku.
“Jangan kak…” kataku ketakutan. Aku menarik kembali selimutku, karena panik aku ga bisa mengontrol tenagaku. Dengan satu tarikan luat kak Lisa akhirnya berhasil menarik selimutku dan terlihatlah kolor kak Lisa yang basah dan lengket karena spermaku.

“Apa apaan ini” bentak kak Lisa. Aku hanya bisa diam ketakutan. Kak Lisa langsung mengambil kolornya yang penuh dengan spermaku dan memeriksa film bokep yang ada di HDD.
“Rape my big sister, jadi ini yang kamu tonton… apa yang kamu pikirin” bentak kak Lisa.
Tangan kak Lisa memencet tombol tombol di keyboard dan saat itu lah gua bereaksi.

“Jangan…itu punya Andre” teriakku sambil lomcat kearah kak Lisa. ‘KLIK’ kak Lisa telah menghapus seluruh isi HDD kesayangan Andre.
Aku memberanikan diri melihat kearah kak Lisa. Wajahnya merah padam. Mungkin kak Lisa sangat marah sampai wajahnya memerah.
“Kak pliiiss jangan kasih tau papa ya” kataku memohon.

Aku membayangkan apa yang akan dilakukan kedua ortuku kalo sampai tau aku melakukan hal ini. Kutahan badan kak Lisa dari belakang agar dia ga keluar dari kamarku. Mataku melihat setiap lekukan tubuh kak Lisa yang seksi ditambah lagi dengan pantatnya yang semok. Pikiran nakalku kembali bersemayam di otakku.
“Tapi kamu janji ga akan mengulanginya lagi” kata kak Lisa. Bagitu kak Lisa selesai ngomong aku langsung memeluknya dari belakang.

“Makasih kak” kataku sambil memeluknya.
Kak Lisa diam aja saat kupeluk dia dari belakang. Kontolku seketika kembali tegang begitu menempel di pantat kak lisa. Ga kuasa menahan napsu, aku mulai menggesekan kontolku. Mendapat perlakuan begitu kak Lisa langsung berontak. situs togel terpercaya
“Ih Fadil kamu ngapain sih” kata kak Lisa.

“Plis kak kali ini aja” kataku memohon sambil terus menggesekan kontolku di pantatnya.
“Fadil ingat aku ini kakakmu” kata kak Lisa berontak. Tapi rontaan kak Lisa malah membuat pantatnya seakan ikutan bergoyang merangsang kontolku.

“Ayolah kak…plis…kali ini aja, Fadil udah ga tahan…kakak nanti pasti juga akan menikmatinya kayak di film” kataku merayu sambil tanganku memegang memeknya dari luar dress kak Lisa.
“Ahhh…” desah kak Lisa begitu tanganku mulai meremas memeknya meski dari luar dressnya.
“Tuh kan kak Lisa keenakan” kataku memancingnya.

“Ga Fadil lepasin kakak” katanya menolak. Tapi kali ini badan kak Lisa sudah tidak meronta seperti tadi. Melihat kak Lisa yang sudah melunak, ‘ini saatnya’ pikirku. Bodo amat kalau ini permainan terlarang, tapi film bokep Andre udah membuatku sange sama kakakku sendiri.

Tanganku mulai meremas remas toket kak Lisa dari belakang. Tangan kananku mulai menyusup masuk ke dalam dressnya dan memainkan pentilnya yang kecil.
“Aaaahhh…” desahnya.

“Kak, Fadil udah ga tahan nih” bisikku.
Aku langsung mendorong tubuh kak Lisa hingga setengan badanya jatuh di ranjangku dengan lutut yang bertumpu di lantai. Melihat posisi kak Lisa yang seperti menungging membuatku semakin sange. Pantatnya yang montok semakin terlihat menggoda. Aku langsung mengangkat dressnya sehingga aku bisa melihat mulusnya pantat kak Lisa yang tertutup G-string yang dia kenakan.

“Kakak seksi banget sih, apalagi pakai G-string gini, ternyata kak Lisa binal juga ya” kataku. Entah apa yang aku pikirkan hingga kata kata lecehan itu bisa spontan terlontar dari mulutku. Tanganku lantas memegang memek kak Lisa. Dengan mudah jari tanganku masuk ke dalam lubang memeknya karena memeknya sudah sangat becek.

“Sssthh…aahhh…” desah kak Lisa begitu jariku masuk lubang memeknya. Setelah mencolok colok memeknya sampai dia mendesah desah keenakan, aku mencabut jariku dan menempelkan jariku ke mulutnya. Kak Lisa cuma diam dan memalingkan mukanya. Kuggeser g-string kak Lisa dan mengeluarkan kontolku. Dengan perlahan kumenggsek gesekan kontolku di bibir memek kak Lisa.

“Ehhmmm…aahh…” desah kak Lisa sambil menggigit bibir bawahnya. Sambil mempercepat gesekan, kumenyodorkan jariku yang masih basah dengan lendir memek kak Lisa ke mulutnya. Ga kuasa menahan nafsunya, kak Lisa langsung mengulum jariku. Sambil dihisap hisap, lidahnya terus menjilati jariku di dalam mulutnya.

“Enak ya kak…Fadil masukin sekarang ya kak” kataku sambil mengarahkan kontolku ke lubang memeknya. Dengan sedikit dorongan, kontolku dengan mudah masuk ke dalam memeknya yang becek.
“Aaaahhh….” desahku dan kak Lisa bersamaan.

“Enak banget ya kak, pantesan banyak orang yang suka sama ngentot” kataku melepas keperjakaanku.
“Aaahhh…ini pertama kalinya kamu ngentot ya?” tanya kak Lisa.

“Iya kak…aaahhh…” jawabku sambil mendesah merasakan hangat dan nikmatnya jepitan memek kak Lisa. Rasanya berbeda dengan sensasi ngocok yang sering aku lakuin, ngentot itu rasanya jauh lebih nikmat. Hangat, basah, lembut, jepitan semua bercampur menjadi satu belum ditambah mulusnya badan kak Lisa yang halus, pantatnya yang halus dan eranganya yang seksi.

“Aahhh…kak enak banget kak” kataku sambil terus menggenjot memek kak Lisa dengan cepat. Sambil tanganku mulai meremas remas toket kak Lisa sambil memilin pentilnya. Kak Lisa mendesah semakin ga terkontrol. Kepalanya menoleh ke belakang dan menjulurkan lidahnya. Dengan senang hati aku menyambut lidah kak Lisa. Mulut kami saling berpaut dan lidah kami saling berkaitan di dalam mulut. Kuhisap hisap lidah serta ludahnya sambil meremas remas pantat kak Lisa yang montok.
“Ooohhh yeess…” racau kak Lisa begitu sodokanku mulai berubah menjadi kasar. Tiba-tiba HP kak Lisa bergetar. Ku mengambil HP nya yang persis ada di sebelah gua.

“temen kakak nih kayaknya” kataku sambil terus menggenjot memeknya.
“Si..siapa…aahhh…” tanya bercambur dengan desahan kak Lisa.
“Robi” jawabku.

“Kakak udah dicari temen kakak nih gimana?” kata kak lisa mengambil HP dari tanganku tetapi tidak mengangkatnya. Aku langsung menghentikan sodokanku, dan membiarkan kontolku tetap berada di dalam memeknya.
“Terserah kakak mau lanjutin ngentot apa ketemu sama temen kakak” kataku menggodanya. Walau sebenernya aku ga akan membiarkan kak Lisa pergi. Kalau dia memilih temanya, aku akan tetap ngentotin dia dan membiarkan dia pergi setelah spermaku keluar. Ga rela sodokanku berhenti, kak Lisa mulai mengoyangkan pinggulnya sendiri guna mencapai klimaks.

“Hallo Rob, aku ga bisa pergi nih, mendadak ga enak badan aku” jawabnya sambil menggoyangkan pantatnya. Dia memilih untuk dientot sama adiknya sendiri. Aku tersenyum penuh kemenangan. Siapa sangka kak Lisa lebih memilih kontolku dibanding janji dengan temannya.

Aku langsung memegang pinggulnya erat erat dan menghajar memeknya sekuat tenaga. “Plok… plok… plok…” Suara benturan terdengar dengan jelas. Kak Lisa menoleh kearahku dengan menggigil bibirnya menahan desahan sambil panik menunjuk HP. Memberikan isyarat ke aku untuk diam sebentar sampai teleponya selesai. Alih alih mengikuti kemauan kak lisa, aku makin semangat menyodok memeknya dengan kasar sambil meremas pantatnya dan menjilati punggung mulusnya. Setelahnya kak Lisa menutup telepon tersebut dan melemparkanya ke ranjang.

“Enakan dientot adik sendiri ya kan kak” kataku sambil memilin pentilnya. Aku terus mengenjot kak Lisa dan melupakan statusnya sebagai kakak perempuan kandungku. Dipikiranku sekarang kak Lisa adalah objek seks ku. Aliran spermaku mulai mengalir ke ujung kontolku.

“Aaahhh kak Fadil udah ga tahan mau keluaaarrr….oohhh…” kataku sambil memperdalam sodokanku.
“Aku juga Diilll..aahhh…yeeessss….” pekik kak Lisa menyambut orgasmenya. Begitu kak Lisa telah mencapai orgasmenya, aku bisa merasakan memeknya semakin becek dan seperti memijat kontolku yang ada di dalam. Aku lalu mencabut kontolku, mengocoknya sebentar dan muncratlah spermaku di pantat dan punggungnya.

“Aaahhh…..” desahku sambil menghela nafas mengumpulkan tenaga. Kemudian Kak Lisa menyenderkan kepalanya di dadaku dan berbisik mesra.
“Sekarang hubungan kita ga bisa kaya dulu lagi loh Dil” Kata kak Lisa manja dan mengecup bibirku.
“Sekarang kak Lisa udah boleh pergi ketemu temen, Fadil udah lega dan puas” kataku.
“Ga mau, mending di rumah aja” bandar togel aman
Kami berdua lantas tertidur setelah melakukan hubungan yang terlarang tapi bikin puas ini.
Share:

Jumat, 19 Oktober 2018

CERITA SEXKU DENGAN OM-OM

 CERITA SEXKU DENGAN OM-OM




flamingo4d.com -hari ini sudah menjadi hari biasa dengan rutinitas bekerja dirumah, sedangkan suamiku berangkat ke kantor, dan aku juga gak tau hubungan dengan dini berlanjut atau tidak soalnya jika ditanya selalu mengelak, suamiku sering pulang larut malam katanya ada pekerjaan kantor yang tidak bisa ditinggal.

Aku pun mulai sering telepon2an ama tony, walau dia memaksa untuk datang ke rumah aku, aku tetap aja nolak biarpun aku udah pernah janji, alasan aku takut ketauan, dia ngajak ML di luar aku juga tetap nolak, karena gak mau ninggalin rumah dan takut kalo mas eko pulang aku gak ada di rumah.
Paling banter kita phone sex sampe berjam2. aku berupaya nolak dengan berbagai cara tapi ditinggal terus menerus bikin gairah aku semakin tinggiapalagi setiap pulang kantor mas eko selalu menolak berhubungan dengan alasan keletihan ntar aja an,

Wekeend aja ya gila seminggu sekali buat pasangan baru nikahmmh bikin aku pusing kejadian yg gak disangka2 pun terjadi suatu pagi, selasa pagi, setelah mas eko ke kantor. entah setelah pesta itu, aku semakin berani aja berpakaian, aku sering banget gak make bra,

Kalo keluar kemana2 karena kompleks rumah kami dekat ama pasar, akumemutuskan untuk ke pasar, hanya make daster, dan itupun tanpa bra setelah pulang dari pasar, aku lucuti daster aku, tinggal make CD doank, sambil masak selesai masak, aku nyantai nonton dvd semiblue
Gak lama kemudian bel berbunyi, kontan aku kaget, aku kecilin volumenya, lantas ke belakang ngambil baju handuk trus ke pintu pas aku buka ternyata om aku ( adik nyokap aku ). om aku ini emang akrab banget ama aku, bisa dibilang aku ponakan paling disayang lahhehehe ( maklum imut ), dia emang sering mampir ke rumah.

Dia sendiri udah berkeluarga anaknya dua, masih kecil2 tapi, dulu sebelum married aku sering banget nginep di rumahnya buat ngurusin anaknya, maklum mereka berdua pada bekerja sebagai PNS, lagian dulu waktu aku masih kecil om aku sering ngurusin aku.

Om aku di dephankam sedang istrinya di depkominfo aku kaget aja liat om aku, maklum keadaan aku lagi sedang ‘in’, eh om darimana ini tadi dari kantor tapi gak ada kerjaan ya om mampir aja kesini sekalian nengokin kamu, gimana udah isi belom ? isi apaan? wong mas eko sibuk melulu.

Sambil melangkah ke ruang dalam ani lagi ngapain nih, baru abis mandi? baru abis masak, mau juga mandi oya om mau makan gak? ani tadi masak udang tuh? udah om tadi baru makan di kantor, minum aja deh aku lantas kebelakang,buatin kopi.

Aku balik k ruang tamu, nyediain kopi, otomatis aku nunduk didepan dia, baju handuk aku talinya rada kendor, so dia bisa ngeliat nenen aku aku mikir ah biasalah dia langsung ngomong dia emang blak2an orangnya dan sangat dekat ama aku weh udah gede aja itu.

Sambil matanya tertuju ke payudara aku, dulu waktu kamu masih kecil om yg ngurusin kencing beraknya, gak nyangka sekarang udah besar idih om bisa aja, yee lagian dulu om udah liat donkh, ani malah blom liat punyanya omhihihi eh, tambah pintar aja sekarang? gimana kabar papa mama?  tuh kan paling pintar alihkan perbincangan, baik2 aja kok om diminum kopinya iya, udah kamu mandi aja sana, situs togel online

Om mo liat tv bentar gak mau mandiin nih om? tantang aku sambil nyalain tv eh kamu mulai berani ya? kan sekarang udah gede, jadi bisa mandi sendiri alah bilang aja takut ada yg bangun eh nakal kamu
ya, awas om bilangin papa loh udah sana mandi duh lagi malas mandi nih om,

Kan enak kalo bau keringat gini, lagian kalo ada yg bangun, ntar ani yg beresin deh beresin apanya ah om masa perlu penjelasan lagi ( om aku biar kulitnya kecoklat2an/hitam tapi badannya tegap banget kayak tentara ) beresin baju maksud kamu  bikin tenang yang bangun lah om gimana sih emang kamu bisa tenanginnya yaelah om.

Emang ani masih kecil apa siapa yg ngajarin kamu an? Gak ada suami kamu juga kok ngomong2 yg engak2 nah tuh kan pasti udah mulai tegang tuh, lagian ani jarang gituan om, mas eko sibuk melulu trus sedari kuliah,

Ani suka terkagum2 ama bodynya om ingat gak waktu kita berenang dulu, ani suka meluk om dari belakang kan ah kamu bisa aja, sana kamu mandi emang abis mandi mau diapain ani? eh nih anak, biar segar lah masa sih gak tertarik ama ani om?  hush tertarik sih tertarik, tapi ingat kamu kan ponakan saya.

Masa om tega sih ama ponakan kalo ani yang mau gimana? hush ngaco kamu, udah sana mandi aku lantas berdiri, tapi gak ke belakang, aku ke pintu dpan, nutupin pintu trus aku locked, ga balik lagi ke ruang tamu tengah.

Aku liat om aku lagi nonton tv, aku buka aja tali baju handukbluup bajuhanduknya sekarang gak terikat, trus aku jalan ke depan om aku sambil ngambil remote om motornya diparkir disamping kan om aku tampak kaget an kamu ngapain kunci pintu depan om biar aman sambil aku lepasin baju handuk aku di depan om aku trus ngapain kamu buka handuknya lha tadi katanya disuruh mandi gimana sih iya kamu kan bisa lepasin di dalam kamar mandi lha katanya waktu kecil udah ngeliat punya ani kan emang beda ya om sama waktu kecil sambil tangan aku nurunin CD aku aku benar2 polos, jembi yg sedkit bulunya.

Ditambah payudara aku yg masih mengkal, kulit putih aku, udah gitu aku naikin tangan aku buat rapihin rambut aku, otomatis bulu2 halus di ketiak aku pun kelihatan om aku tambah bengong, tak berkedip ngeliat aku aku langsung duduk di sampingnya an kkkkaaamu bennnneran nnihh aku yg udah ‘in’,

Langsung aja tangan aku merayap ke paha om aku om mau kan puasin ani? kita jaga deh rahasianya inget gak waktu kita sering berenang berempat ama diki dan layla ( kedua anaknya yg masih sd kls satu dan tk ),

Waktu tante gak bisa ikut tangan aku langsung remas2 kontolnya udah gitu kita perginya siang jam 2an, kolam renangnya masih sepi banget, trus aku peluk om dari belakang abis tubuhnya sexy abis sih trus waktu di kamar mandi,

Om nyuruh aku mandiin diki dan layla, padahal itu kan kamar mandi cowok, tapi karena sepi dan butuh org buat ngurusin mereka. trus om buka celana renang om sambil menghadap ke tembok, mandi, padahal om tau ada aku disitu, yg jelas saat itu aku kan udah gak kecil lagi, aku udah kuliah semester 7, tapi om seolah cuek aja, iya sih waktu itu aku gak ngeliat kontol om,

Karena om menghadap ke tembok tapi otomatis aku ngeliat pantat om, yang tembem itu, trus hitam mengkilat diterpa air maksud om apaan sambil tangan aku turunin resleting baju pnsnya abis itu, om cuma ngelilit handuk doankh di pinggang trus berbalik ani tau om,

Baju renang ani emang sexy, om bisa leluasa ngeliat buah dada ani kan karena ani tau om konak, waktu pura make-in baju buat dicky, ani ngeliat bagian depannya kok nonjol banget udah gitu om pura2 berdiri di belakang ani sambil ddempetin punya om kan ani ngerasa ada yang keras banget di belahan pantat ani, apalagi ani masih make baju renang, yg cuman celada dalam dan bra gitu trus om suruh dicky tunggu di luar,

Padahal om gesek2in punya om persis di belahan pantat ani, padahal kalo om mau bantuin make baju si layla, harusnya kan kta berhadapan tau gak om ani sampe ngumpet dalam hati, gila pasti besar banget nihudah gitu om julurin tangan alasan buat megang baju si layla padahal om nyenggol toket ani kan, udah gitu om suruh layla tunggu di luar, . situs togel terpercaya

Tangan om megang pinggul ani sambil om terus gesek2in kontol om di pantat anipasti om tau ani juga menikmatinya, makanya ani gak mau beranjakani tau kalo saat itu om juga udah habis akal, ani kan dengar suara om udah ngos2an tapi ani sama sekali gak protes kan malah ani bantu om kan, ani sengaja goyang2in pantat coba om pikir dalam kamar mandi cowok,

Cowok hanya make handuk megang pinggul cewek yg hanya make baju renang berduaan sendirian tapi ani tetap gak beranjakuntung kamar mandinya gak ada pintu, gak ada lampu dan kita sedikit terbantu dengan suasana sepi inget gak, waktu om udah gak nahan lagi, kontol om udah tegang banget.

Tapi om gak juga mau nyingkirin handuk, dan om semakin cepat nusuk pantat ani, tangan om sampai meluk perut anikenapa om gak mau nyentuh susu ani?sampai si dicky masuk trus teriak papa lagi ngapainlalu om kagetcepat2 masuk ke kamar kecilingat gak?,

Ani tau om tanggung, makanya pas pulang waktu di mobil, ani sengaja make rok mini tanpa $$CD, biar d mobil om bisa liatin punya ani kanterbukti pas di mobil ani duduk depan, ani narik naik rok ani om ngeliatin aja meqi ani tangan aku udah ngocok2in kontol om aku, yg emang gede, panjang, keras, berurat dan hitam kecoklat2an  sekarang om gak perlu canggung karena ani udah dewasa dan kita sama2 mau kan? iyaaaa nnni tapi kalo kamu hamil gimana? jgn takut om, gak bakal, kan sekarang bukan masa subur, lagian banyak dokter ahli kan.

Om aku mulai horny, bajunya dia lepas tangan aku masih ngocokin kontolnya, abis itu aku jongkok didepan dia, turunin celananya, langsung aku isap kontolnya, dari telur, aku mainin lidah aku di ujung kontolnya kontol om gede banget, tau gak dari dulu ani udah pengen ngerasainnya abis aku kulum kontolnya,

Aku merangkak naik jilatin dadanya, pentil susunya yg hitam aku sedotmmh bau keringat lelaki semakin bikin aku bergairahom aku keliatan kaku banget tapi dia menikmati, gak lama kemudian, tangan dia megang tubuh aku, ditidurin aku di sofa, tangan aku diangkat keatas, dia jilat ketiak aku, tangannya mainin susu akuani gak papa nih om rasain punya anigak papa om,

Ani mauu ommm, ani mau kontol om abis diremas2, dia jilatin susu aku, turun ke pusar, ke perut aku, abis itu dia mainin meqi aku, dari bibirnya sampe kedalam2 nya mmh punya ani wangi emang punya tante gak om ah punya tante banyak bulunya kontol om juga enak  kan kontol om hitam,

Lebih putih suami kamu kan ah mas eko gak ada apa2nya om, punya om 3 kali lipatom masukin donk iya ponakan sayang lantas dia ngangkat pinggul aku dan bluuupp, masukin kontolnya yg udah tegang pelan2 lama2 gerakan makin liarmmmhhhh ommmmsambil aku goyangin pantat aku annii punya kamu enak banget yg benar ahhh om kontol om gede banget ani suka kontol om?

Suka omm om juga suka meqi ani om terus omm om aku lalu menunduk, akhirnya kita berpagutan mulut, sambil terus memompa dan aku pun terus goyang2in pantat aku enak an?  enak ommm om sering2 kesini ya ntar kalo ketauan gimana udah om ygpenting kesini aja dulu ntar kita liat sikonkontol om enakk banggeeett, lagi ommmmmmmoooommmmmmmmm,

Ahirnya aku cengkeram leher om akummmmhh aku rasain orgasme yg dasyhat om aku masih terus memompaannnnniiiii keluar ommmmmm om aku lantas cabut kontolnya, ganti posisi, aku nungging dan dia masukin dari belakangmmmhhh gak lama kemudian om aku muncrat aaannnnniiii oomm tumppaahhh tumpahin om di memek ani,

Genjot trus ommm setelah kontolnya ditarik aku langsung balik badan, mengulum sisa2 spema di kontol om aku dan kita terkulai lemasmakasih om kamu nakal anyee gak lama kemudian om aku bangkit menuju kamar mandi,

Liat pantatnya yg montok hitam mengkilat, aku jadi horny lagi, aku ikutin ke belakang, sampai di kamar mandi aku jongkok di pantatnya, aku jilatin sampe ke dubur2nyaenak aniiikamu masih mau sayangiya omom aku lalu berbalik suruh aku balik badan,

Gentian dia yg jilatin pantat akuegghh ommm ennnaaaaakkkkk gak lama kemudian telpon berdering aku buru2 lari ke ruang tengah( mas eko emang suka nelpoan siang2 ) ngangkat telpon, lagi bicara di telepon eh tau2nya om aku udah nyusul,

Dia jongkok di belakang aku sambil jilatin pantat akummmhhan kamu ngapain? nggak gpp kok, lagi ngantuk nih, ntar sore aja telpon lagi ya mas ooo oke deh bye bye too.klekegghh ommm enak bangetttttttssss

Gak lama kemudian hp om aku bunyi, dia cepat2 ngangkat, ngeliat kontol om aku yg udah pada ngaceng llagi, aku cepat2 jongkok, isapinom aku gak bisa nahandia mendesah di telepon, apalagi aku naiki tubuhnya,

Mainin lidah aku di telinga sebelahnya om aku menahan nafas ( awal dari masalah ) kamu dimana ? nnneennnnggak kok telpon di kantor gak ada gak kok aakku di di rumah anii ngapainn mampir aja koko ya udah klek, aku langsung kulum mulut om akupantat aku pas diatas kntolnyadan blup begitu kontolnya masuk aku goyang2 in sambil berciuman . bandar togel aman
Share:

Kamis, 18 Oktober 2018

DOKTER MELAMPIASKAN NAFSU SEX NYA KEPADAKU

 DOKTER MELAMPIASKAN NAFSU SEX NYA KEPADAKU



flamingo4d.com -Aku menjadi dokter yang terpilih mewakili organisasi proyek perbaikan gizi masyarakat di suatu kepulauan. Tempat aku bekerja jaraknya hanya satu jam pelayaran dan terletak dalam satu propinsi dengan tempat tinggal kami. Atas persetujuan suami, kami berpisah dan setiap dua minggu aku pulang ke rumah.

Sepeninggalku, ternyata suamiku menunjukkan dirinya sebagai gay. Dia mempunyai pemuda simpanan teman tidur dan pemuas sex. Selama aku dinas di kepulauan, pemuda itu beberapa kali dibawa pulang menginap di rumah. Untuk menyembunyikan sikapnya, sehari-hari teman gaynya disimpan di luar, disewakan rumah. Kejadian ini memukul perasaanku. Segala upaya untuk menyadarkan suamiku ternyata tidak membawa hasil.

Aku membawa kedukaanku di pulau dengan cara melayani masyarakat setempat. Untuk mengisi kekosongan waktu, aku buka praktek sebagai dokter umum. Suatu hari ketika jam praktek hampir usai, seorang pasien laki-laki tegap berkumis dan bercambang datang minta agar diperiksa. Ia memperkenalkan namamanya Hamid. Keluhannya sering pusing.
“Silakan Pak Hamid naik ke tempat tidur biar saya periksa”.
Segera aku memeriksa pernafasan, tekanan darah dan lain-lainnya. Ketika tanganku memegang tangannya yang berbulu lebat, ada perasaan canggung dan geli. Sewaktu Pak Hamid pamit, dia meninggalkan amplop biaya pemeriksaan. Ternyata isinya melebihi kewajaran tarip seorang dokter umum.
Hari berlalu, ketika suatu malam saat aku akan mengunci kamar praktek, dihadapanku telah berdiri Pak Hamid.
“Dokter, apakah masih ada waktu untuk periksa saya ? Maaf saya datang terlalu malam karena ada pekerjaan tanggung”.
Aku kaget karena kehadirannya tanpa aku ketahui. Dengan senyum geli aku membuka kembali ruang praktek sambil mempersilakan masuk.
“Dok, saya tidak mempunyai keluhan. Hanya saya ingin tahu apakah tekanan darah saya normal”.
Demikian Pak Hamid mengawali pembicaraan.
“Saya bisa tidur nyenyak setelah makan obat dokter”.
Sambil memerika, kami berdua terlihat pembicaraan ringan, mulai dari sekolah sampai hobi. Dari situ aku baru tahu, Pak Hamid telah dua tahun menduda ditinggal mati istri dan anak tunggalnya yang kecelakaan di Solo. Sejak saat itu hidupnya membujang. Ketika pamit dari ruang praktekku, Pak Hamid menawarkan suasana santai sambil menyelam di kepulauan karang.
“Dok, panoramanya sangat indah, pantainya juga bersih lho”.
Aku setuju atas tawaran itu dan Pak Hamid akan menyiapkan perlengkapan yang diperlukan.
Dalam speed boath yang menyeberangkan kami, hanya berisi aku, Pak Hamid dan pengemudi kapal. Sesampainya disana, aku merasa canggung ketika harus berganti pakaian selam di hadapan laki-laki. Tapi aku juga belum tahu cara mengenakan pakaian selam jika tanpa bantuan Pak Hamid. Terpaksa dengan pakaian bikini aku dibantu Pak Hamid memakai pakaian renang. Tangan kekar berbulu itu beberapa kali menyentuh pundak dan leherku. Ada perasaan merinding.
Tanpa terasa kegiatan menyelam menjadi kegiatan rutin. Bahkan pergi ke tempat penyelaman sering hanya dilakukan kami berdua, aku dan pak Hamid. Semakin hari jarak hubungan aku dengan Pak Hamid menjadi lebih akrab dan dekat. Kami sudah saling terbuka membicarkan keluarga masing-masing sampai dengan keluahanku mengenai suamiku yang gay. Dia tidak lagi memanggilku Bu Dokter, tapi cukup namaku, dik Nastiti.
Musim barat hampir tiba, kami berdua di tengah perjalanan ke tempat penyelaman. Tiba-tiba datang hujan dan angin sehingga gelombang laut naik-turun cukup besar. Aku mual, sehingga kapal dibelokkan Pak Hamid ke arah sisi pulau yang terlindung. Kami turun ke pantai, duduk di bangunan kayu beratap rumbia tempat para penyelam biasa istirahat sambil menikmati bekal. Hanya ada dua bangku panjang dan meja kayu di tempat itu. Angin kencang menyebabkan tubuh kami basah dan dingin. Aku duduk mepet ke Pak Hamid. Aku tidak menolak ketika Pak Hamid memelukku dari belakang. Tangan berbulu lebat itu melingkar dalam dada dan perutku. Dekapan itu terasa hangat dan erat. Aku memejamkan mata sambil merebahkan kepalaku di pundaknya, sehingga rasa mabuk laut mulai reda. situs togel online
Sebuah kecupan ringan melekat di keningku, kemudian bergeser ke bibir, aku berusaha menolak, tapi tangan yang melingkar di dadaku berubah posisi sehingga dengan mudah menyusup dalam BHku. Tiba-tiba badanku terasa lemas saat jari tangan itu membuat putaran halus di puting susuku. Bibir berkumis lebat itu menjelajah ke bagian sensitip di leher dan belakang telingaku. Persasaan nikmat dan merinding menjalar dalam tubuhku. Bibir itu kembali bergeser lambat menyusur dagu, bergerak ke leher, pundak dan akhirnya berhenti di buah dadaku. Aku tidak tahu kapan kaitan BH itu terbuka. Dorongan kuat muncul di vaginaku, ingin rasanya ada benda bisa mengganjal masuk.
Tangan kekar itu akhirnya membopongku dan meletakkan di atas meja kayu. BHku telah jatuh di atas pasir, mulut dan tanggan Pak Hamid bergantian menghisap dan meremas kedua gunungku, kanan kiri. Aku bagaikan melayang, kedua tanganku menjambak rambut Pak Hamid. Kepalaku tanpa terkendali bergerak ke kanan dan kiri semakin liar disertai suara eluhan nikmat. Oooohhhhh……oohhhh… ooooohhhh……aauuhhhhhh. Kedua tangannya semakin kencang meremas buah dadaku. Mulutnya bergeser perlahan ke bawah menelusur pusar…….. terus….vaginaku. Ahhh…… husss……. ahh…… aahhhhhh.
Ketika mulut itu menemukan klitorisku, jeritanku tak tertahan Auh..h…h… aahhh….. husss….. sebuah benda lunak menyeruak bibir vaginaku. Bergerak perlahan dalam usapan halus serta putaran di dinding dalam, membuatku semakin melayang. Tanpa terasa eranganku semakin keras. Untuk menambah kenikmatan, aku angkat tinggi pantatku ke atas. Ingin rasanya benda itu masuk lebih dalam. Tapi aku hanya memperoleh dipermukaan. Ooohhhh……..haahh…… haaahh…huuu……………. t..e…r…u….s…..se..se..se..diki t…atas. Ooohhh…….aahhh ……….. Sebuah hisapan kecil di klitorisku memperkuat cengkeraman tanganku di pinggir meja. Hisapan itu semakin lama semakin kuat…. kuat dan kuat….. menjadikan kenikmatan tak terhingga…. memuncul denyutan orgasme. Otot-otot disekitar vaginaku mengejang nikmat dan nikmat sekali. Sesekali nafasku tersengal aaa………..hhhhhh……………huuu…………..a ahhhhh….aahhhh……… aaaahhhhhhhh……. ahhhh…… huhhhhhhh…ehhhhhh. Denyut itu menjalar dintara pangkal paha dan pantat ke seluruh tubuh. Orgasme yang sempurna telah aku dapatkan. Puncak kenikmatan telah aku rasakan.
Lemas sekujur tubuhku, aku ingin dipeluk erat, aku ingin ada sebuah benda yang masih tertinggal dalam vaginaku untuk mengganjal sisa denyutan yang masih terasa. Tapi aku hanya menemukan kekosongan. Tangan-tangan berbulu itu dengan pelan membuka kembali pahaku. Kedua kakiku diangkat diantara bahunya. Kemudian terasa sebuah benda digeser-geser dalam vaginaku. Semula terasa geli, tapi kemudian aku sadar Pak Hamid sedang membasahi penisnya dengan cairan kawinku. Seketika aku bangun sambil menutup kedua kakiku. Aku mendorong badannya, dan aku menangis. Sambil membuang muka aku sesenggukan. Kedua tanganku menutup dada dan selangkangan. Pak Hamid tertunduk duduk dibangku menjauhi aku. Ia sadar aku tidak mau dijamah lebih dari itu. Sambil menelungkupkan badan di meja, tangisku tetahan. Pak Hamid mendekati dan dengan lembut ia membisikkan kata permintaan maaf. Diapun menyorongkan BH serta celana dalamku. Aku tetap menangis sambil menutup muka dengan kedua tanganku. Akhirnya pak Hamid pergi menjauh menuju kapal mengambil bekal.
Kami duduk berjauhan tanpa kata-kata. Sekali lagi Pak Hamid mengajukan permintaan maaf dan berjanji tidak mengulang kejadian itu. Ia menyerahkan botol air mineral kepadaku.

“Maafkan aku dik Nastiti, aku khilaf, aku telah lama tidak merasakan seperti ini sehingga aku khilaf. Aku minta maaf yah, aku harap kejadian ini tidak mengganggu persahabatan kita. Yuk kita minum dan makan siang, terus pulang”.  situs togel terpercaya
Aku merasa iba pada Pak Hamid. Ternyata dengan tulus dia masih bisa menahan syahwatnya. Padahal bisa saja memaksa dan memperkosaku.
Kesadaranku mulai pulih, emosiku mereda. Aku mulai berpikir pada kejadian tadi, bukankah aku telah terlanjur basah saat ini ? Bukankah bagian dari kehormatanku telah dijamah Pak Hamid ? Bukankah tubuhku yang paling sensitif telah dinikmati Pak Hamid ? Apa artinya mempertahankan kesucian perkawinan ? Bukankah aku tidak pernah menikmati rasa seperti ini dengan suamiku ? Bukankah aku telah kawin dengan seorang gay ? Yah aku telah diusir dari rumahku oleh teman gay suamiku. Tapi itu bukan salah suamiku. Ia terlahir dengan kelainan jiwa. Ia menjadi gay dengan menanggung penderitaan. Ia terpaksa memperistri aku hanya untuk menutupi gaynya. Aku ingin merasakan kenikmatan, tapi aku tidak ingin jadi korban, aku tidak ingin punya anak dari hubungan ini dengan Pak Hamid.
Keberanianku mulai muncul. Aku melompat dan memeluk Pak Hamid. Kelihatan Pak Hamid ragu pada sikapku sehingga tangannya tidak bereaksi memelukku. Aku bisikan kata mesra.
“Pak, aku kepingin lagi, seperti tadi, tapi aku minta kali ini jangan dikeluarkan di dalam”.
“Maksud dik Nastiti….. ”
Sebelum dia menyelesaikan kata-katanya, tanganku meraba ke penisnya. Kemudian tanganku menyusup dalam celana renangnya. Sebuah benda yang tidur melingkar, tiba-tiba bangun karena sentuhanku…
”Tapi jangan dikeluarkan di dalam ya Pak….”.
“Terima kasih dik….”.
Senyum Pak Hamid berkembang. Kembali aku didekap, aku dipeluk erat oleh kedua tangan kekar. Aku benamkan mukaku di dada bidang berbulu.
Tanpa komando aku duduk di atas meja sambil tetap memeluk Pak Hamid. Aku diam, mataku terpejam ketika pelan-pelan aku direbahkan di atas meja. Satu persatu pengikat BHku lepas sehingga tampaklah susuku yang masih sangat padat lengkap dengan putingnya yang berwarna coklat kemerahan dan sudah berdiri dengan pongahnya. Kedua tangannya meraih dadaku, mulut hangat menyelusur gunungku, perlahan-lahan bergeser ke bawah, semakin ke bawah gerakkannya semakin liar. Gesekan kumis sepanjang perut membuatku menegang. Aku pasrah ketika celana dalamku ditarik ke bawah lepas dari kaki sehingga kini aku sudah benar-benar bagaikan bayi yang baru lahir tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuhku. Mulut hangat itu kembali bermain lincah diantara bibir bawahku yang ditutupi rambut-rambut kemaluan yang berwarna hitam legam dan tumbuh dengan lebatnya disekeliling lubang kawinku dan clitorisku terasa sudah mengeras pertanda aku sudah dilanda nafsu kawin yang amat menggelegak.

Kenikmatan kembali menjalar di rahimku. Auh….e.e.e.e.e.e.e…..haaah…haa ah…haah. Auhhhhsss…… aku mengerang. Pak Hamid sambil berdiri di tepi meja mengusapkan benda panjang dan keras di klitorisku. Aa……hhhh…..uhhh.. jeritan kecil tertahan mengawali dorongan penis Pak Hamid menyusup vaginaku. Pantatku diangkat tinggi dengan kedua tangannya ketika benda itu semakin dalam terbenam. Tanpa hambatan penis Pak Hamid masuk lebih dalam menjelajah vaginaku. Dimulai dengan gerakan pendek maju mudur berirama semakin lama menjadi panjang. Nafasku tersengal menahan setiap gerak kenikmatan. Aaah….ahh…..ahh…….haaaa………………… …..haassss…….
Entah berapa lama aku menerima irama gerakan maju mundur benda keras dalam vaginaku. Aku telah merasakan denyut orgasme. Auuuuuuuuhhhhh………… Jeritan dan cengkeraman tanganku di pundak belakang penanda aku mencapai puncak orgasme. Gerakan benda itu dalam vaginaku masih tetap berirama, tegar maju mundur dan membuat gesekan dengan sudut-sudut sensitif. Tiba-tiba irama gerakan itu berubah menjadi cepat, semakin cepat….. suara eluhan Pak Hamid terdengar dan otot vaginaku kembali ikut menegang, yah… aku mau kembali orgasme… aaahhhhhhhhhhhh……. aahhhh…. Tiba-tiba benda dalam vaginaku ditarik keluar. Semprotan cairan hangat mengenai pahaku dan meleleh di atas meja. Pak Hamid mencapai puncak kenikmatan. Pak Hamid memenuhi janjinya, tidak mengeluarkan cairan mani dalam vaginaku. Aku lemas…..lemas sekali seperti tidak bertulang. Aku didekap lembut dan sebuah ciuman di kening menambah berkurang daya kekuatanku.
Tiga tahun kemudian setelah kejadian di pulau itu, aku telah menikmati hari-hari bahagiaku. Aku sekarang telah menjadi nyonya Hamid. Di pelukanku ada si mungil Indri, buah hati kami berdua. Setelah perceraian dengan suamiku, satu tahun kemudian aku menikah dengan Pak Hamid. Mantan suamiku mengirim berita ia sekarang sekolah di Australia. Tapi aku tahu semua itu hanya kamuflase, seperti dalam pengakuannya lewat telepon . bandar togel aman
Share:

Rabu, 17 Oktober 2018

MENCOBA KEPERAWANAN GADIS DESA

 MENCOBA KEPERAWANAN GADIS DESA



flamingo4d.com -Awalnya aku dan Joko ngobrol ke sana-kemari. Obrolan makin seru ketika topiknya masalah sex. Joko seumuran dengan ku sekitar 35 an. Akhirnya kuketahui bahwa dia berasal dari Blora Jawa Tengah. Aku lalu minta konfirmasi mengenai daerah Jepon, dekat Blora yang terkenal sebagai gudangnya “ledek” penari Tayub.

Aku pernah baca tulisan di majalah yang mengungkapkan kehidupan para ledek di Jepon.

Dengan semangat Joko bercerita mengenai pengelanaannya ke Jepon. Dia membenarkan bahwa memang Jepon adalah gudangnya penari Tayub.

“ Wah kapan ya kita bisa bareng ke sana,” aku setengah bertanya ke Joko.
“Wah kapan saja, kita bisa jalan bareng dan ambil cuti. Yang penting jangan musim hujan,” ujar Joko.

Baca Juga: Cerita Janda Montok Terlalu Agresif Dengan Penisku

Kami lalu menyepakati waktunya. Namun dia mengajukan syarat minta dibayari ongkos pulang pergi dari Jakarta ke Blora. Syarat itu tidak terasa memberatkan bagiku, karena banyak penerbangan murah dari Jakarta – Solo.

Pada hari yang ditentukan pagi-pagi sekali kami sudah bertemu di Bandara Soekarno Hatta. Penerbangan ke Solo tidak terlalu lama, karena sekitar jam 8 pagi pesawat sudah mendarat di Solo.

Dari Bandara kami memesan taxi menuju terminal bus. Kami memang merencanakan jalan-jalan hemat, sehingga bus adalah pilihan untuk mencapai Blora.

Sebelum memilih bus, kami sempat mengisi perut dengan soto di terminal. Wajah Joko berseri-seri. Dia kelihatan senang sekali dalam perjalanan pulang kampung kali ini. Berbagai promosi di ceritakan.

Aku selalu menjawab

“ tidak percaya, karena belum ada bukti” Jawaban itu memang bikin kesal Joko, tetapi semangatnya bercerita tidak kendur.

Setelah terkantuk-kantuk di bus dalam perjalanan ke Blora, akhirnya kami sampai juga. Joko memberi tahu kondektur dimana kami akan turun.

Setelah turun dari bus, Joko mengontak temannya yang di Jepon. Temannya itu menawarkan menjemput dengan sepeda motor. Tapi aku memilih naik angkutan saja, karena jarak ke Jepon lumayan jauh sekitar 14 km ke arah Cepu.

Tidak sampai setengah jam kami sudah turun dari angkutan di sambut oleh beberapa ojek. Joko celingak-celinguk sebentar lalu membalas lambaian tangan temannya yang berdiri di depan warung. Kami lalu mendatangi warung. Perut belum terasa terlalu lapar, tetapi saatnya makan siang memang sudah hampir. Apalagi di warung itu aku melihat sop balungan dengan daun kedondong.

Makanan ini sudah lama ku idam-idamkan karena aku pernah merasakannya ketika di Bojonegoro beberapa waktu lalu. Tawaran teman Joko aku ikuti. Jadilah kami menyeruput sop iga dengan rasa agak asam dan pedas. Rasanya segar sekali. Joko memperkenalkan temannya dan rupanya temannya membawa satu orang lagi yang juga baru dikenal Joko.

Teman Joko mengatur aku dibonceng oleh teman baru Joko dan Joko dibonceng temannya. Kami masuk kampung sekitar perjalanan 10 menit masuk lebih jauh ke ke desa. Aku lupa apa nama desanya ketika kami berhenti di satu rumah disambut oleh seorang bapak dan istrinya. Perempuan yang diperkenalkan sebagai istri penyambut tadi lumayan cakep dan umurnya di sekitaran 30 tahun. Wajahnya manis khas orang desa dan badannya agak gempal dengan susu yang cukup besar.

Menurut cerita Joko, para istri di kampung ini bisa menerima tamu, meski suaminya masih dirumah. Istilah Joko, “ngompreng”. Aku lantas berpikir, wanita itukah yang nanti akan menemani tidur. Lumayan juga kalau jadi pasanganku.

Tapi aku tidak bisa menghilangkan rasa rikuhnya, seandainya aku harus nginap di rumah itu lalu meniduri istri tuan rumah.

“ Waduh gimana ya, aku lantas memainkan peran apa, mau berperan sebagai saudara, padahal baru kenal, sebagai tamu, tapi niduri istri orang sementara suaminya ada di situ,” batinku.

Di tengah kegalauanku, kulihat Joko tidak merasa rikuh sedikitpun. Malah kesanku dia seperti mengunjungi rumah saudaranya yang lama tidak ketemu. Melihat Joko bertindak tidak canggung, aku pun terpaksa mengikuti gaya dan gerak-geriknya. Apalagi si tuan rumah yang suami nyonya rumah sudah berkali-kali menyilakan kami masuk.

Kami duduk di ruang tamu. Seperti biasa basa-basi tuan rumah yang memperkenalkan diri dengan nama Sastro menanyakan kapan kami sampai dari Jakarta ? Naik apa dan sebagainyalah dengan pertanyaan standar berbahasa Jawa. Joko dengan lancar menjawab semua pertanyaan. Sebetulnya aku juga mau ikut menjawab, karena aku masih menguasailah bahasa Jawa, meskipun tidak selancar Joko.

Tidak lama kemudian terhidang teh manis panas dengan singkong rebus dan kacang rebus. Sebetulnya aku berselera juga dengan hidangan itu, tetapi perut masih kenyang karena baru diisi. Nyonya rumah kemudian kuketahui bernama Rini. Dia ikut ngobrol dengan kami sambil duduk memangku nampan.

Kami beramah tamah sekitar 10 menit lalu Joko berdiri dan menggamit aku untuk ikut keluar. Kami keluar rumah dan Joko memberi tahu bahwa dia yang akan memakai nyonya rumah ini. Aku sebenarnya ingin protes, karena aku juga berselera. Tapi protesku tak sampai terucap setelah Joko memberi jaminan bahwa cewek yang kelak akan bersamaku mutunya tidak kalah. Teman Joko yang ikut nimbrung malah memberi tahu bahwa pasanganku kelak jauh lebih bagus.

Aku memang tidak bingung soal berapa nanti aku beri uang ke Nyonya rumah kalau menginap semalaman. Tapi melihat kondisi yang sebenarnya, informasi yang telah dikemukakan Joko jadi kurang meyakinkan, jadi aku tanya lagi. Yang menjawab bukan Joko, tetapi temannya.

“ Lima ratus sudah banyak mas kalau di desa ,” katanya.

Setelah pembicaraan singkat itu Joko menyilakan aku untuk meneruskan perjalanan dengan pembawa motor yang menggoncengku tadi. Aku pamit ke tuan rumah dan istrinya. Mereka sempat bertanya aku akan menginap di mana. Teman Joko lalu menunjuk pemboncengku.

Pemboncengku memperkenalkan diri ketika bertemu di warung tadi dengan nama Kardi. Aku segera meluncur bersama Kardi. Joko dan temannya tinggal di rumah Sastro. Tidak sampai 5 menit Kardi menghentikan motornya di sebuah rumah yang letaknya agak masuk kedalam dan halamannya rimbun.

“ Mari mas masuk, “ kata Kardi.

Kardi dengan santainya masuk kerumah dan dia langsung masuk ke dalam sementara aku dipersilakan duduk di ruang tamu. Gak lama kemudian Kardi keluar bersama perempuan yang berkulit putih, tidak kalah montoknya dengan istri Sastro.

“ Mas perkenalkan istri saya,” kata Kardi. Sosok istri Kardi ini mengingatkanku pada profil penyanyi Jawa Sunyah Ni

Seandainya aku sakit jantung, mungkin aku langsung pingsan, karena kaget. Ternyata si Kardi itu yang memboncengku akan menyerahkan istrinya untuk kutiduri.

“ Oh istri sampeyan toh,” ucapku ketika menyalami istrinya yang memperkenalkan diri dengan suara lirih bernama Warni.
“Mas santai aja mas anggap saja rumah sendiri, mana barangnya biar saya masukkan ke kamar,” Kardi berusaha memecahkan suasana rikuhku.

Aku menyerahkan ranselku yang langsung di sambut Kardi dan membawanya ke dalam. Tak lama kemudian dia keluar lagi dan mengajakku masuk menunjukkan dimana kamar yang nanti akan menjadi tempatku menginap. Sebuah kamar yang sudah dirapikan dengan tempat tidur ukuran 160 terbuat dari besi dan diselubungi oleh kelambu. Kelihatannya spreinya baru diganti dengan motif batik. Ada meja rias dan ada lemari serta sebuah kursi makan di dalamnya.

Kamarnya cukup luas. Kutaksir sekitar 3 x 4 m. Ada sebuah jendela dengan korden berwarna merah jambu yang menggantung hanya setengah tinggi jendela. situs togel online

“Apa mau istirahat dulu apa gimana, “ tanya Kardi.

Aku tentu saja malu kalau baru datang langsung masuk kamar. Untuk mengatasi kerikuhanku aku menanyakan dimana kamar mandinya, karena mau buang air kecil. Kardi menunjukkan kamar mandi di belakang dekat dengan dapur. Di dalam kamar mandi itu ada ember plastik yang ukurannya agak besar, mungkin difungsikan sebagai bak mandi, lalu wc jongkok dan ember kecil di dekatnya. Lantainya dari semen.

Uniknya kamar mandi ini tidak berpintu, hanya ditutup oleh korden terbuat dari plastik tenda berwarna biru. Jadinya korden kamar mandi itu tidak bisa menutup rapat, masih ada celah yang memungkinkan orang di luar bisa melihat siapa yang berada di dalam. Kalau yang mandi telanjang, pasti orang yang di luar bisa sekilas melihat juga. Tantangan makin seru, batinku dalam hati.

Dari kamar mandi aku berpapasan dengan Warni yang kelihatannya baru menjerang air. Dia langsung bertanya, apakah aku mau dibuatkan kopi. Aku setuju lalu berjalan menuju ruang tamu.

Di ruang tamu Kardi sedang duduk sambil menghisap rokok kretek, langsung mempersilakan aku duduk. Dari obrolanku, kuketahui Kardi mempunyai dua anak, yang pertama perempuan baru kelas 2 SMP dan yang kedua laki-laki baru kelas 4 SD.

Kardi tanpa sungkan menceritakan bahwa istrinya adalah penari tayub, alias ronggeng.

“ Sekarang susah mas, ledek gak sebebas dulu lagi, mereka harus punya sertifikat yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata. Kalau tidak ada sertifikat, tidak boleh manggung. Lagi pula narinya tidak sebebas dulu lagi, jadi ya yang mau naik panggung agak kurang minat. Makanya sekarang semakin jarang orang nanggap tayuban, Lha wong udah gak seru lagi,” kata Kardi.

Kardi mengaku dalam sebulan terakhir ini istrinya baru dapat 3 kali manggung.

“ Itu pun sawerannya gak banyak,” katanya.
“Bayangin mas, nayub semaleman cuma dapat sejuta,” kata Kardi.

Hatiku terus tergelitik ingin menanyakan gimana rasanya kalau istrinya aku tiduri. Sampai akhirnya waktunya kurasa tepat, kulepas pertanyaan yang bikin penasaran sejak aku berangkat dari Jakarta.

“Ya gak apa-apa toh mas, disini sudah biasa ,” jawabnya sambil tertawa.

Sebetulnya jawabannya itu sudah cukup tetapi aku masih penasaran, maksudnya gak apa-apa gimana itu .

“Ya sebelum jadi istri saya dia kan juga sudah terbiasa sama laki-laki lain. Saya pun mau mengawini Warni kan berarti harus bisa menerima keadaannya, iya toh” kata Kardi.

Dari obrolanku yang seru itu ku ketahui pula bahwa meski Warni boleh main dengan laki-laki lain , tetapi Kardi tidak boleh nyeleweng. Aneh juga ya.

Penjelasan Kardi ternyata sederhana,

“ Kalau laki-laki nyeleweng ongkosnya besar mas, tapi kalau istri nyeleweng, hasilnya lumayan mas,” kata Kardi sambil tertawa.

Istrinya yang duduk di samping Kardi tersenyum malu sambil mencubit dan memukul bahu Kardi.

Warni seperti umumnya wanita desa menggunakan kebaya dan jaritan. Belahan baju kebayanya sangat rendah sehingga buah dadanya yang terhimpit menampilkan pemandangan celah dan sedikit gundukan payudara. Kutaksir umurnya belum mencapai 30 tahun.

Ternyata memang benar umurnya baru 28 tahun. Dia kawin dengan Kardi dengan status janda. Anaknya yang pertama hasil perkawinan dengan suaminya pertama. Dia dinikahi ketika masih umur 13 tahun, ketika itu katanya baru lulus SD. Tidak lama kemudian hamil dan lahirlah anak pertamanya yang perempuan.

Kami ngobrol banyak bertiga sampai anaknya pulang sekolah. Seorang gadis kecil dengan seragam putih biru mendekat lalu menyalamiku dengan mencium tangan. “Diah oom,” katanya ketika kutanya namanya. Gadis manis baru tumbuh dengan rambut lurus sebahu. Dia lalu berlalu masuk ke belakang.

Tidak lama kemudian datang lagi anak berseragam SD dan menyalami ku juga. Dia menyebut namanya Herman.

Aku gundah juga rasanya. Memikirkan bagaimana keluarga ini lengkap dengan anaknya berdiam di satu rumah lalu menerima tamu yang kemudian tidur dengan ibunya. Mungkin benar juga kata pepatah

“ alah bisa karena biasa”

Kulirik jam di tangan menunjukkan jam 2 siang. Aku mengambil inisiatif mengeluarkan 4 lembar lima puluhan kuserahkan ke nyonya rumah.

“ Ini untuk beli bahan makanan, untuk makan nanti malam,” kataku.

Warni kelihatan bingung menerimanya. Suaminya juga terdiam sesaat.

“Mas e mau makan apa toh kok uangnya banyak bener,” kata Warni.

“Ah apa saja lah, kalau susah cari belanjaan ya belikan saja sate ayam, katanya sate Blora enak,” kataku memberi jalan.
“Wah di desa sini gak ada yang jual sate,” kata sang istri.
“ Wis tak golekne, gampanglah,” kata Kardi.

Mereka berdua lalu masuk ke belakang. Mungkin mereka berembuk mau dibelanjakan apa uang itu.
Tak lama kemudian Kardi keluar sudah mengenakan jaket. Dia permisi mau keluar cari makanan untuk nanti malam. Aku sekalian memesankan agar jangan lupa membeli kopi.

Kardi berlalu dan Warni menemaniku di depan.

“Mas e apa gak cape dari Jakarta kok belum istirahat, Kalau mau istirahat monggo nanti saya pijetin biar badannya lemes, “ kata Warni.

Aku antara segan dan ingin juga menanggapi tawaran Warni. Akhirnya aku tidak bisa nolak setelah tanganku digandeng. Rasanya malu sekali, karena warni menggandengku masuk kamar sementara kedua anaknya melihat kami. Di dalam kamar aku diberi sarung dan aku mengganti pakaianku dengan kaus oblong. Rasanya setelah pakai sarung aku jadi kebelet buang air kecil.

Aku permisi ke Warni ke kamar mandi. Di kamar mandi aku membayangkan apa yang akan terjadi di dalam kamar nanti ya. Apa bisa eksekusi, atau aku harus menahan diri, karena waktunya sempit. Ah bagaimana nanti sajalah. Setelah buang air aku membersihkan seputar kelaminku dengan sabun sehingga bekas keringat di lipatan selangkanganku baunya harum sabun.

Aku masuk kamar kulihat Warni sudah mengganti bajunya dengan hanya menggunakan kemben sarung. Buah dadanya jadi makin terlihat belahannya dan tonjolan ke atas. Kelihatannya dia tidak mengenakan BH di balik sarungnya. Baru membayangkan gitu saja senjataku langsung bereaksi.

Aku diminta membuka kaus, sehingga tinggal sarung dan di dalamnya masih ada celana dalam. Aku langsung mengambil posisi telungkup.

Warni memulai pijatan dari bahu menggunakan pelicin minyak kelapa yang dicampur dengan kayu putih. Harus diakui pijatannya mantep banget. Terlepas dari masalah birahi, tetapi pijatannya sudah sangat memuaskan. Otot yang kaku, katanya dia urut sampai rasanya nikmat sekali.

Setelah bagian punggung, pinggang, Warni melonggarkan sarungku dan ditariknya ke bawah. Tangannya memijat bongkahan pantatku dan entah memang cara dia memijat begitu atau ada maksud lain, tetapi kedua ibu jarinya masuk ke dalam celana dalamku dan mengurut belahan pantatku sampai hampir mengenai biji.

Sarungku ditarik kebawah dan dilepas. Giliran kedua kakiku merasakan urutan tangan lembutnya yang cukup bertenaga.

Aku tinggal bercelana dalam. Warni mengangkangiku dia duduk di bongkahan pantatku. Aku merasa dia duduk di atas pahaku tanpa penghalang sarung. Posisi duduknya makin ke atas seiring dengan pijatan ke bahuku. Aku berkosentrasi bukan pada pijatannya yang memang sangat nikmat, tetapi aku mengerahkan konsentrasi ke syaraf perasa dipungungku. Rasanya Warni tidak mengenakan celana dalam, karena di punggungku terasa gerusan bulu-bulu jembut. Membayangkan itu, senjataku makin mengeras. Untung saja posisinya tadi tegak keatas, sehingga jika memuai tidak sampai menyakitkan.

Aku masih menikmati gerusan bulu jembutnya di punggungku, Warni kemudian memintaku berbalik posisi menjadi telentang. Tanpa minta izin dariku, celana dalamku dia tarik kebawah dan dilepas dan digantung di balik pintu. Senjataku tegak mengeras. Warni senyum-senyum melihat senjataku siap tempur. Dia memijati kedua kakiku lalu merambat keatas sampai ke selangkangan dan dia berusaha tidak menyentuh bagian-bagian sensitif di selangkanganku.

Mungkin juga karena tangannya sedang penuh dengan minyak kelapa yang bercampur minyak kayu putih. Bisa-bisa aku belingsatan ke pedesan jika larutan minyak kayu putih mengenai bagian vitalku. Warni kembali mengangkangiku dan selangkangannya langsung berhadapan dengan senjataku Aku merasa belahan memeknya berada tepat di batang penisku. Pantatnya maju mundur mengikuti gerakan pijatannya.

Sensasi yang luar biasa dan aku sudah merasa terbang ke awang-awang dan sama sekali lupa bahwa kini sedang berada di desa. Keahlian Warni patut aku acungi jempol. Dengan halusnya dia bisa menempatkan ujung penisku ke lubang memeknya dan gerakan lembutnya membawa penisku perlahan-lahan memasuki lubang vaginanya.

Aku semakin melayang menikmati gelombang birahi yang dipacu oleh olahan Warni. Dia tidak lagi memijatku, tetapi pinggulnya dia gerakkan memutar, sehingga penisku terasa seperti dibetot-betot. Aku harus akui ketrampilan Warni memainkan penis di dalam memeknya memang luar biasa. Jujur saja aku belum pernah merasakan sensasi seperti ini, walau dalam dunia perlendiran aku sudah mencapai tingkat Suhu. Air maniku seperti disedot oleh gerakan memeknya. Dia bisa membuat lubang memeknya seolah-olah vakum. Biasanya aku merasa hisapan ini jika dioral, karena memang penisku disedot.

Namun kali ini vagina yang menyedot, dan nikmatnya jauh melebihi hisapan oral. Aku benar-benar tidak mampu bertahan oleh olah birahi Warni sehingga dalam waktu singkat jebollah pertahananku. Aku terpaksa mengaku kalah, karena kelihatannya dia belum mencapai orgasme. Ah apa peduliku, aku kan memang yang harus dilayani, batinku mencari pembenaran atas kekalahanku.

Warni meraih tissu dan dengan hati-hati melepas memeknya dari penisku yang mulai menyusut. Dengan cekatan dia menyumpal memeknya dan beringsut keluar dari ranjang lalu jongkok dilantai. Kulihat air maniku tumpah semua ke lantai. Warni membersihkan sisa-sisa spermaku dan membersihkan lantai dari ceceran spermaku. Handuk basah yang rupanya sudah dia persiapkan digunakan untuk membasuh alat vitalku sampai bersih benar. Aku diam saja terbujur. Tubuhku lalu ditutupi dengan sarung dan Warni beranjak keluar kamar membawa handuk kecil dan tissu yang penuh dengan spermaku. Dia kembali mengenakan kemben sarungnya.

Nikmat sekali permainan Warni sehingga aku benar-benar mencapai kepuasan yang luar biasa.
Tidak lama kemudian warni sudah kembali sambil menenteng ember kecil dan handuk. Badanku diseka dengan handuk hangat sampai terasa minyak kelapa dibadanku hilang. Terasa segar. Warni lalu menaburi bedak talk ke sekujur tubuhku. Penisku masih tidur melemas.

Warni menjalankan episode berikutnya dia berlutut diantara kedua kakiku lalu mulutnya langsung menghisap penisku yang masih kuyu. Permainan kombinasi antara hisapan dan jilatan ke sekujur alat vitalku berhasil membangunkan kembali penisku sehingga perlahan-lahan kembali mengembang. Tidak hanya penisku yang dia terapi, tetapi sampai ke lubang anusku dia jilati dengan telaten.

Aku kembali merasa terbang ke awang-awang. Aku tergerak menggapai kedua buah dadanya yang montok sekali. Simpul sarungnya kulepas dan terlihatlah bongkahan tetek besar mengantung di dadanya. Aku meremasnya perlahan-lahan dan memelintir kedua putingnya yang mengeras. Mungkin puting itu adalah bagian kelemahan Warni sehingga dia mendesis ketika putingnya kupelintir perlahan-lahan.

Kutarik badannya ke atas sehingga kedua buah dadanya menggelantung tepat diatas mulutku. Aku hisap putingnya sebelah kiri dan kanan bergantian. Warni makin mendesah-desah. Kubalik posisinya sehingga dia kini berada dibawah. Aku menindihnya. Tanganku menggapai belahan memeknya yang terasa berlendir. Aku mencuri-curi mencium tanganku yang terkena lendir memeknya. Tidak terasa ada bau yang menganggu. Aku menyimpulkan dia cukup pandai menjaga kebersihan alat vitalnya dan yang terpenting memeknya sehat.

Dari menghisap kedua putingnya aku terus melorot kebawah menciumi perutnya yang tebal, tapi kelihatan cukup terawat karena tidak sampai membuncit dan tidak pula terlihat guratan-guratan putih seluloid.
Bulu jembutnya sangat lebat, sehingga aku terpaksa menguak kedua belah bibir memeknya agar aku bisa menemukan belahan memeknya. Di dalamnya terlihat warna merah merekah. Ujung lidahku mencoba menyentuh benjolan kecil clitorisnya.

Warni terjingkat ketika ujung clitorisnya tersentuh. Mulutku langsung membekap ke belahan memeknya dan lidahku beroperasi menyapu clitorisnya. Warni tanpa rasa malu merintih-rintih. Suara rintihannya pasti terdengar sampai keluar, tetapi kelihatannya dia tidak peduli. Clitorisnya makin mengeras dan mungkin makin terasa sensitif. Aku berkosentrasi menjilati seputar clitorisnya sampai dalam waktu tidak terlalu lama dia mencapai orgasme. Sekujur daging memeknya berkedut-kedut melampiaskan gelombang orgasmenya.

Setelah terlihat reda, kedua jariku, jari tengah dan jari manis aku susupkan masuk ke dalam vaginanya. Aku mencari titik yang disebut Gspot. Ada bagian yang terasa lembut agak menonjol di dinding atas lubang vaginanya. Bagian itu aku raba dengan sentuhan halus berkali-kali. Mulanya tidak ada reaksi, tetapi lama-lama Warni mulai mendesis. Dia mulai merasakan nikmatnya rangsangan Gspotnya. Kedua jariku kutarik-tarik keatas seolah mengangkat badan Warni berstumpu di lubang vaginanya. Dia makin keras merintih sejalan dengan gerakanku yang makin cepat.

Kedua tangannya meremas-remas sprei sampai akhirnya dia berteriak dengan mengatakan

“Aduuuuuuuhhhhhh”. Bersamaan dengan itu terlihat muncratnya cairan kental dari lubang kencingnya.

Sebagian mengenai mukaku. Memeknya memuncratkan cairan kental sekitar 5 kali sampai akhirnya Warni terkulai lemas. Sementara itu kedua jariku masih terbenam di dalam lubang memeknya dan tadi merasakan denyutan menjepit. Beberapa saat kemudian kuulangi gerakan kedua jariku. Warni langsung mendesis kembali dan dia tampaknya tidak mampu bertahan meredam kenikmatan dan kembali dalam waktu singkat mencapai orgasmenya. Percikan cairan kental masih ada, tetapi pancarannya tidak sejauh seperti yang pertama tadi.

Aku terus melakukan berulang-ulang sampai Warni mencapai 5 kali orgasme dengan cara begitu. Dia minta-minta ampun karena rasanya lemas sekali katanya. Namun walau dia sudah minta ampun pada seranganku yang kedua, dia tetap bisa mencapai orgasme sampai akhirnya orgasme yang kelima, cairan kental itu hanya meleleh saja. Warni kelihatan sangat kelelahan.

Giliranku kemudian menuntaskan permainan dengan membenamkan penisku ke dalam memeknya. Penisku bukan berukuran besar, normal-normal saja dengan panjang 15 cm. Tetapi ketika berada di dalam lubang vaginanya terasa tercengkam. Terasa sekali penisku seperti digenggam vaginanya. Denyutan otot vaginanya menimbulkan sensasi yang luar biasa. Aku tidak menyangka memek Warni yang berbadan agak subur ini bisa begini menggenggam.

Meskipun memeknya becek, tetapi kesannya tetap mencengkeram dan sempit. Aku terus menggenjot dan berusaha menggerus Gspotnya di dinding atas lubang vagina. Permainanku agak lama karena di ronde kedua memang normalnya durasiku lebih panjang. Warni sudah kelojotan berkali-kali dengan orgasmenya sampai dia memohon-mohon agar aku menyudahi permainan, karena dia merasa tidak kuat lagi. Tapi permohonannya itu tidak kuhiraukan sampai akhirnya kami mencapai puncak secara bersamaan.

“Ampun mas pinter sekali mainnya sampai aku lemes banget, gak tahu ini masih kuat berdiri apa enggak,” katanya.

Aku membantu membersihkan memeknya dari lelehan spermaku. Setelah penisku kubersihkan juga aku berbaring disampingnya. Warni sudah lebih dulu terlelap bahkan dia mendengkur halus.

Aku tidak tahu berapa lama kami tertidur, tetapi ketika sadar, kulihat diluar sudah gelap. Aku bangun untuk kembali mengenakan celana dalam, sarung dan kaus oblongku. Warni ikut terbangun kemudian dan dia kembali mengenakan kemben.

Warni kelihatannya sudah segar kembali meski matanya sayu seperti terlalu lelah. Dia menawariku untuk mandi. Badanku memang terasa lengket oleh bekas keringat. Aku menyiapkan baju ganti berupa celana panjang dan kaus oblong serta handuk. Aku mendahului masuk ke kamar mandi.

Ah tidak peduli apa orang bisa melihat aku di dalam mandi telanjang apa tidak. Aku santai saja telanjang dan membasahi seluruh tubuhku dengan air segar. Aku terkejut karena tiba-tiba terasa ada orang masuk kamar mandi. Ternyata Warni yang masih berkemben sarung ikut masuk. Dia melepas sarungnya sehingga ikut bugil juga.

Aku yang tidak terbiasa dengan kamar mandi yang tak berpintu agak gentar juga, karena kalau ada yang melintas di depan pintu kamar mandi pasti bisa melihat kami berdua bugil. Tapi aku mencoba tidak peduli dengan rasa malu itu. Nyatanya Warni dengan santai mengambil gayung langsung membasahi seluruh tubuhnya. Dia mengambil sabun dan menyabuni seluruh tubuhku seperti dia memandikan anaknya.

Penisku sempat dikocok-kocok sebentar yang masih berada pada posisi lemas. Warni tertawa lalu melanjutkan menyabuni dirinya. Aku tidak berani macam-macam di kamar mandi yang rawan ini. Jadinya aku benar-benar hanya melakukan aktifitas mandi normal. Kami selesai bersamaan dan keluar kamar mandi juga bersamaan. Bedanya aku mengenakan celana panjang seperti celana sport dan kaus oblong putih, Warni tetap dengan kemben sarungnya.

Setelah bersisir sejenak aku menuju ruang tamu. Disana sudah tersedia Coffe mix hangat dan pisang goreng. Perutku memang agak lapar, setelah pertempuran dua ronde tadi. Meski tanpa dipersilakan aku gebet saja pisang kepok goreng yang masih hangat. Siapa ya kira-kira yang menyiapkan ini semua, rasanya tidak mungkin Warni, karena dia baru saja bangun dan mandi bersamaku.

Belum habis aku berpikir, muncul Kardi.

“ Silakan mas, seadanya saja, maklum di desa,” katanya.

2 potong pisang goreng aku lahap dan kopi susu hangat aku seruput sampai tinggal setengah gelas.

Aku berdiri dan mencoba melihat keadaan di luar rumah bagian depan. Di teras rumah ada amben, atau dipan bambu. Tampaknya enak juga duduk di situ karena udara segara pedesaan. Di luar kelihatan agak gelap. Keremangan hanya karena cahaya bulan yang mungkin sedang purnama. Aku ditemani Kardi duduk sambil menghisap rokok. Kardi memindahkan kopi ku yang tinggal setengah gelas lengkap dengan pisang gorengnya.

Dia bercerita bahwa dia sempat meluncur ke kota membeli sate seperti yang aku inginkan. Aku jadi merasa bersalah karena telah membuat dia bersusah payah mamacu sepeda motornya bolak-balik ke kota Blora.

“ Ah gak apa-apa mas, saya sudah biasa , gak lama kok ke Blora,” katanya menjawab rasa bersalahku.

Tidak lama kemudian dari dalam terdengar suara istrinya menyilakan kami bersantap malam. Makanan dihidangkan di ruang dalam. Sebuah meja makan yang menempel di dinding hanya mempunyai 3 kursi. Aku dipersilakan mengambil tempat duduk. Aku memilih yang menempel dinding. Di meja terhidang sate ayam, lalu sate kambing dan sayuran seperti sayur bening tapi bukan bayam, melainkan kangkung. Nasinya ditaruh diwadah nasi yang terbuat dari anyaman bambu dan masih hangat. situs togel terpercaya

Kami bertiga makan bersama dan kedua anaknya ikut nimbrung. Mereka duduk di tikar sambil menonton televisi. Baru terlihat bahwa anak sulungnya ternyata cantik dan manis. Badannya khas ABG dengan tetek yang baru kelihatan masih kecil.

Tidak ada kesan mereka rikuh denganku walaupun mereka tahu bahkan mendengar desahan ibunya yang aku embat tadi siang. Selepas makan kami kembali ke ruang depan meneruskan obrolan. Tapi kali ini kedua anaknya ikut nimbrung, karena katanya besok mereka libur. Ya memang benar karena besok tanggal merah hari Jumat.

“Oom boleh liat HP nya,” tiba-tiba si ABG menegurku. Dia rupanya tertarik ketika aku mengeluarkan
IPhone edisi terbaru. Aku sedang mengutak-atik melihat posisi ku di GPS.

Aku serahkan IPhone ku. Diamati dan dibolak balik.

“ Kok gak ada keypadnya oom,” katanya.

“Oh ya itu memang touch screen” kataku.
“Apa itu oom, ajarin dong, “pintanya sambil mendekat dan duduk menghimpitku.

Aku menunjukkan berbagai feature di HP itu. Lalu aku buka game balapan mobil dan menunjukkan cara memainkannya.

“ Wih asik banget lho dik katanya beranjak menjauhiku dan menunjukkan kepada adiknya. Mereka berdua lalu asyik tenggelam memainkan HPku.

Ibunya berkali-kali wanti-wanti agar hati-hati jangan sampai rusak.

“Diah itu lho mas, sudah lama dia minta dibeliin HP, anak sekarang kecil-kecil kemauannya udah banyak.

Saya saja gak punya HP, e eh kok malah dia pengen punya HP segala, “ kata Warni.

“Emangnya Diah pengen HP yang kayak apa, “tanyaku menegur Diah yang sedang asyik.

Tadinya sih pengin BB Oom, tapi yang ini kok lebih keren.

“Wah kalau kayak punya Oom itu nanti kalau rusak di sini gak ada yang bisa service, paling nggak mesti dibawa ke Solo, “ jawabku.

“Emangnya oom mau beliin Diah HP ya Oom,” katanya setengah manja.
“Boleh aja sih asal jangan yang mahal-mahal, “ kataku.
“Asyik…..” katanya sambil terus bermain dengan Iphone ku.

Ketika kami sedang asyik ngobrol, Diah bangkit dan langsung duduk di pangkuanku. Aku jadi serba salah pada posisi begini. Mau menolak, rasanya ngak enak, mau membiarkan juga serba salah kepada orang tuanya.

“ Oom jadi belikan Diah HP, gak usah yang mahal-mahal deh buatan China juga gak apa-apa, yang penting keren,” katanya sambil menyandar.

Ibunya langsung bereaksi,

” nduk ngopo kok njaluk pangku karo Oom, nggak sopan ii.”
“Ben wae wong Oom arep nukokno HP, yo oom yo,” katanya dengan nada manja.

Ayahnya diam saja tidak bereaksi.

Yang beraksi justru senjataku tertindih bokong Diah yang terasa empuk. Diah malah menarik kedua tanganku agar memeluk pinggangnya. Kemauannya kuturuti saja, sambil mengatur posisi pangkuannya agar tidak terlalu menjepit senjataku yang mulai terkokang. Senjataku mengeras diantara belahan bokongnya. Mestinya Diah merasa ada perubahan dari landasan yang diduduki, tetapi dia diam saja sambil terus melendot.

Aku jadi bingung harus bereaksi bagaimana menerima suguhan ABG yang tiba-tiba berada di pangkuanku.
Selanjutnya aku terjemahkan saja dialog dalam bahasa Indonesia.

“ Bu malam ini aku ikut dong bobo sama oom, masak ibu saja yang keenakan, aku kan juga mau,” kata Diah.

Aku terkejut dengan spontanitas Diah, sehingga tidak bisa bereaksi menanggapi pernyataannya itu.

“Kamu gila apa, masih kecil mau ikut-ikutan, “ kata ibunya agak sewot.
“Lho ibu dulu kan malah lebih muda dari aku sudah kumpul sama laki-laki,” kata Diah.

Rupanya dia mengungkap rekam jejak ibunya yang pada umur masih sangat muda sudah menikmati hubungan dengan laki-laki.

“ Kapok kamu bu, anak sekarang pinter-pinter,” kata Kardi.

Ibunya memerah wajahnya, entah karena malu atau karena marah, tetapi dia terdiam sejenak.

“Ah oom mu belum tentu mau bobo ama kamu, kok kamu GR,” kata ibunya kemudian.
“ Mau ya oom,” kata Diah sambil menempelkan pipinya ke pipiku.

Aku berpikir keras, bahwa kedepan ini kejadian diluar skenario. Jika memang aku jadi meniduri Diah, berarti dia masih perawan. Tidak pantas rasanya aku mengeluarkan duit sama besarnya dengan yang bakal kuberikan kepada ibunya. Kupikir empat kali lipat rasanya cukup memadai.

Sambil berpikir begitu, senjataku makin mengeras di bawah sana. Merasa ada yang mengganjal, Diah malah menggerakkan pantatnya untuk memperbaiki posisinya agar duduknya lebih nyaman. Posisinya jadi berubah. Rasanya ketegangan batangku mengganjal persis di belahan memeknya. Pikiranku jadi kacau kalau sudah terangsang.

Tiba-tiba ibunya angkat bicara.

“ Ya sudah sana dulu deh kamu keluar sama adikmu, kami mau membicarakannya dulu.”

Dia berdiri menggandeng adiknya. Mereka berdua sambil membawa HP ku kelihatannya berjalan meninggalkan rumah, mungkin ke rumah tetangganya untuk memamerkan HPku ke teman-temannya.

Sepeninggalan Diah, Aku, Kardi dan Warni berembug. “ Gimana itu mas,” katanya bertanya kepadaku.

“Aku sih monggo saja nurut keputusan keluarga kalian,” kataku dalam bahasa Indonesia campur Jawa.
“Bapaknya, gimana,” tanya Warni ke Kardi.
“Aku sih gak masalah, wong di kampung sini anak seumuran Diah sudah banyak yang jadi janda,” katanya pula.

Dari pembicaraan itu aku menangkap mereka tidak punya alasan menolak keinginan Diah. Berarti aku berpeluang menikmati perawan.

“Lha terus gimana caranya,” kata Warni yang masih diliputi kebingungan.
“ Ya mbok kamu ajari, cara melayani laki-laki yang benar. Itukan lebih baik dari pada dia nanti salah dan nggak tau apa yang bakal dialami” kata Kardi.

Aku tidak menyangka orang di desa yang jauh dari keramaian ini bisa berpikiran demikian terbuka.

“Gimana mas,” tanya Warni ke aku.
“ Bener kata suamimu, Diah kan masih hijau, dan belum ngerti, jadi dia kayaknya perlu tuntunan.” kataku.
“ Lebih bagus diperawani sama si oom, daripada dia main sama orang desa yang gak jelas, emangnya kamu bisa njaga anakmu siang malam agar tidak dibujuk laki-laki kampung,” kata si Kardi.

Warni terdiam, mungkin dia terpengaruh juga dengan kata-kata Kardi yang terakhir.

“ Iya ya Diah akhir-akhir ini banyak teman lakinya, mondar-mandir naik motor gak jelas juntrungnya,” kata Warni.

Kata kesepakatan tercapai, keluarga ini akan menyerahkan keperawanan anaknya kepadaku. Mereka sama sekali tidak menyinggung soal berapa nanti uang yang akan aku berikan kepada mereka. Masalah uang bagi orang desa seperti mereka merupakan hal yang sensitif dan membicarakannya adalah hal yang tidak sopan.

Padahal aku sudah siap dengan jawaban seandainya mereka menanyakan jumlah yang akan kuberikan nanti.
Warni masuk ke dalam dan tidak lama kemudian dia membawa 2 cangkir kopi. Keteganganku berangsur-angsur pulih oleh siraman kopi ke dalam tenggorongan. Entah karena kopinya memang enak, atau memang suasananya lagi mendukung, aku merasakan kopi yang dibuat Warni kali ini nikmat sekali.

Aku melirik jam di tangan sudah menunjukkan pukul 9 malam. Tak lama kemudian muncullah dua anak itu kembali dari rumah tetangganya. Warni lalu menarik Diah kelihatannya mereka masuk ke dalam kamar. Cukup lama Warni berbincang dengan anaknya. Sulit aku tebak apa yang dibicarakan, tetapi mungkin kira-kira ya pengarahan bagaimana Diah harus bersikap ketika berhadapan denganku.

Aku berdua meneruskan obrolan dengan Kardi, yang banyak mengungkap soal kawin muda di desa ini dan hamil di luar nikah. Dari dalam rumah muncul Warni yang sudah berganti busana dengan kemben sarung lalu menggandengku masuk. Sebelum masuk ke kamar aku minta izin untuk ke kamar mandi membuang hajat kecilku dan sekalian membersihkan selangkanganku dengan sabun agar baunya harum.

Terus terang aku berdebar-debar juga menghadapi situasi yang tidak aku bisa diprediksi. Skenario apa

kira-kira yang akan dilaksanakan malam ini di kamar.

Warni masih menunggu di luar pintu kamar tidur. Ketika aku muncul dia langsung menggandengku masuk kamar.

Suasana di dalam kamar sudah remang-remang. Dari luar kelambu aku menangkap bayangan Diah tidur berbujur dengan hanya mengenakan sarung. Warni menyerahkan sarung agar aku kenakan. Aku membuka semua pakaianku dan meninggalkan celana dalam saja lalu mengenakan sarung yang aku ikatkan dipinggang. Warni mengarahkan agar Diah bergeser ke pinggir. Aku diposisikan ditengah.

Aku diminta telungkup oleh Warni. Dia kemudian membangunkan anaknya dan menyuruhnya menggosok punggungku dengan hand and body lotion. Warni mengajari anak gadisnya memijat bagian belakang pungungku. Dia berkali kali memberi contoh mengenai bagaimana cara memijat punggung yang benar serta urat-urat mana yang harus diperhatikan. Tangan Diah terasa kecil dan gerakannya memang belum terlalu nikmat. Setelah bagian punggung dan bahu kemudian bagian bongkahan pantat. Sarungku dipelorotkan sehingga tinggal celana dalam.

Pijatan sudah meliputi kedua kaki lalu aku diminta berbalik. Bagian dada di urut pada giliran pertama. Warni memberi tahu posisi badan ketika memijat bagian dadaku Warni memberi contoh menduduki bagian vitalku. Aku merasa Warni tidak bercelana dalam, karena jembutnya terasa menggerus. Dia hanya sebentar lalu mengarahkan anaknya duduk seperti dirinya di atasku.

Mulanya posisi duduk Diah masih terhalang sarung. Rupanya Warni memperhatikan posisi kain sarung Diah sehingga dia berusaha memperbaiki posisi sarung anaknya. Kain sarung anaknya disingkap di bagian bawah ,sehinga aku merasa batangku yang masih terbungkus celana dalam menyentuh selangkangan Diah. Aku merasa Diah sudah melepas celana dalamnya, tetapi aku tidak merasa ada bulu-bulu yang menggerus tubuhku.

Pijatan terus mengarah kebawah lalu ke bagian kaki. Selesai bagian kaki. Warni mengajari anaknya menarik kebawah celana dalamku. Kedua tangan mungil itu meraih kedua sisi celana dalamku dan meloloskannya dari kedua kakiku. Senjataku langsung tegak berdiri. Tangan Warni yang dipenuhi hand body menggenggam batang penis dan menunjukkan ke Diah cara merangsang penisku. Warni mengocok beberapa gerakan penisku. Aku langsung merasa kenikmatan yang tinggi. Giliran berikutnya tangan mungil Diah menggenggam penisku yang mengeras. Kocokannya belum terasa nikmat, tetapi sensasi digenggam oleh ABG menambah rangsangan.

Warni memerintahkan anaknya untuk mengulum.

“ Dilomot nduk,” kata Warni.

Diah bingung atas perintah ibunya. Ibunya mengambil oper dan mencontohkan bagaimana mengulum batang penisku dan menjilati kedua biji zakarku dan menghisap-hisapnya.

Dengan agak ragu Diah mengikuti ajaran ibunya. Kuluman mulut kecil ini meski belum mahir tetapi sensasinya yang membakar birahiku makin panas. Jilatan-jilatannya masih kaku. Aku sudah terbang ke awang-awang melihat Diah mengulum penisku dan menjilati kedua bijiku. Tapi aku masih mampu bertahan agar tidak jebol. Sekitar 10 menit mereka berdua bergantian melakukannya. Warni memerintahkan anaknya membuka sarungnya dan berbaring .

Aku bangkit untuk memberi ruang di tengah ranjang. Meski penerangan remang-remang, tetapi aku bisa melihat cukup jelas seluruh tubuh Diah yang bugil. Teteknya masih kecil, mungkin baru tumbuh setahun yang lalu. Puting susunya masih sangat kecil, seperti puting laki-laki.

Aku mencium bibirnya dan mengulum dan mempermainkan lidahku ke dalam mulutnya. Mulanya Diah diam saja dan kaku, tetapi tuntunan dari rangsangan birahinya kemudian dia mulai membalas ciumanku. Dia mulai beringas dan nafasnya makin memburu.

Birahi Diah sudah mulai terbakar. Ini adalah hal penting yang kuinginkan, Sebab jika ABG belum bangkit birahnya, seluruh tubuhnya akan merasa geli jika disentuh laki-laki. Sehingga kalau dia belum terangsang, dia tidak akan tahan kegelian ketika aku jilati kedua puting susunya.

Ciumanku lalu beralih ke telinga kiri dan kanan. Kedua simpul birahi ini akan berdampak menaikkan rangsangan. Selanjutnya lehernya dan terus ke bagian dadanya. Diah menggeliat-geliat menerima seranganku. Ketika kedua putingnya kujilati dan kuhisap pelan, Diah menggeliat-geliat. Mungkin dia menahan rasa geli dan juga merasakan nikmatnya rangsangan yang aku lakukan.

Setelah puas meremas halus dan menciumi kedua susu kecil ciumanku terus kebawah dengan mampir sebentar ke seputaran pusarnya yang berbentuk indah.

Giliran berikutnya adalah selangkangannya. Warni membantuku melebarkan kedua kaki Diah. Aku tidak langsung menjilat belahan memeknya. Memeknya baru berbulu beberapa lembar. Gundukan memeknya, yang dalam istilah bahasa Jawa disebut “mentul” aku sapu sekelilingnya dengan lidahku. Diah mengejang-ngejang sambil menarik dan mencengkeram sprei.

Lidahku mulai menjilati belahan memeknya yang masih rapat. Diah makin menggeliat. Dengan kedua tanganku aku menguak belahan memeknya. Kelihatan celah itu sudah dibasahi oleh lendir. Baunya tidak ada, malah terasa harum wangi sabun. Lidahku memulai jilatan ke lubang vaginanya. Diah sudah makin menggeliat dan mengerah. Dia mengeluh geli. Ibunya berusaha menenteramkannya dengan ikut memegangi pinggul anaknya agar tidak terlalu banyak bergerak. Aku paham, anak seusia Diah belum terlalu siap menerima rangsangan di kemaluannya, makanya dia masih merasakan kegelian.

Lidahku mulai menyapu bagian pinggir clitorisnya. Aku merasa Diah sudah cukup terangsang karena benjolan clitorisnya sudah menonjol. Kalau aku jilat langsung ujung clitorisnya Diah tidak akan mampu menahan rasa gelinya, maka aku hanya menyentuh pinggir-pinggirnya saja. Diah mengerang-ngerang nikmat dan terus bergerak dan menggeliat.

Ibunya masih memegangi pinggulnya dan minta ke Diah agar jangan banyak bergerak. Mulutku sudah menangkup ke memeknya yang relatif masih gundul. Tonjolan clitorisnya makin nyata terasa diujung lidahku. Aku mulai menjilati itilnya dengan gerakan lidah menyapu ke kiri dan ke kanan. Diah makin menggila mengerang dan pinggulnya terlonjak-lonjak sejalan dengan sentuhan lidahku ke clitorisnya. Tanda-tanda bahwa Diah akan mencapai orgasmenya sudah makin jelas terasa.

Dia diam sejenak, lalu tiba-tiba dia mengerang panjang dan bersamaan dengan itu seluruh bagian memeknya berdenyut-denyut. Lidahku tidak bergerak lagi, kecuali menekan lidahku agak keras ke bagian itilnya yang juga berkedut-kedut. Terasa cairan makin membanjir keluar dari celah memeknya. Mungkin dia juga berejakulasi seperti ibunya.

Warni bertanya ke Diah,

“ Gimana Nduk rasanya,”

Diah diam sejenak.

“ Nggak ngerti bu, rasane aneh banget kayak pengen pipis tapi gak bisa ditahan, tapi sumpah bu enak buanget, pantes ya ibu tadi siang ngrintih-ngrintih,” kata Diah.

Warni mempersiapkan anaknya untuk aku jebol keperawanannya. Aku bangkit mengambil jeli khusus untuk melicinkan jalan masuk penisku ke lubang vagina Diah.

Diah sudah dikangkang oleh ibunya dan dibawahnya dia lapisi kain putih dan di bawahnya masih ada lapisan kain batik. Aku melumuri seluruh penisku dengan jeli. Aku lalu melumasi belahan memek Diah dengan jeli sampai agak sedikit masuk ke liang vaginanya. Warni sempat bertanya apa yang aku olesi itu. Kuceritakan bahwa ini adalah cairan pelicin untuk mengurangi rasa sakit bagi perempuan yang baru pertama kali disetubuhi. Jeli memang bekal standarku seperti odol, sikat gigi dan handuk.

Aku mengambil posisi duduk bersimpuh di antara kedua kaki Diah. Ibunya mengingatkan Diah bahwa untuk pertama kalinya semua perempuan akan merasakan sakit dan perih ketika penis laki-laki memasuki memek. Dia minta Diah menahan rasa sakit itu, karena rasa sakit itu hanya sebentar.

Mendengar pengarahan ibunya Dia stres. Tarasa dia menegangkan otot di sekitar memeknya. Aku minta dia bersikap rileks, karena kalau ditegangkan akan terasa makin sakit. Kepala penisku aku geser-geserkan di permukaan lubang vaginanya. Aku menggeser-geserkan kepala penisku ke clitorisnya yang kelihatan agak mencuat.

Hal itu rupanya bisa menaikkan lagi rangsangan ke Diah. Nafasnya kembali memburu. Cairan di belahan memeknya juga sudah mulai aktif, terlihat ada sedikit lelehan keluar dari dalam. Berarti vaginanya sudah siap diterobos. Aku menekan sedikit kepala penisku ke lubang vaginanya. Diah agak takut sehingga dia menegangkan ototnya. Aku memintanya kembali rileks.

Posisiku yang bersimpuh agak kurang leluasa menekan penisku sehingga aku mengubah posisi merangkak. Warni membantuku memosisikan penisku di lubang kemaluan anaknya, sehingga aku hanya tinggal menekan saja. Terasa kepala penisku sudah menyelinap ke dalam belahan memeknya dan masuk ke lubang vaginanya. Jalannya sudah benar, tinggal meneruskan saja.

Diah meringis menahan rasa perih. Aku perlahan-lahan terus menekan penisku sehingga terus maju, sampai akhirnya menemukan halangan. Penisku bisa masuk sekitar 5 cm. Terasa agak seret untuk terus maju, sehingga aku melakukan gerakan maju mundur untuk melonggarkan lubang memeknya. Setelah gerakan maju mundur terasa lancar, aku kembali menekan sampai terhalang oleh selaput daranya. Aku berhenti pada posisi itu. Selanjutnya melakukan gerakan mengejan berkali-kali. Pertama kali Diah bereaksi sakit ketika aku mengeraskan penisku.

Namun selanjutnya dia tidak terlihat merasa sakit lagi. Aku terus mengejan sambil agak menekan maju. Selaput perawannya berhasil ku tembus dengan cara mengejan. Diah tidak menyadari bahwa pertahanannya sudah jebol, tetapi aku merasakannya karena terasa ada yang pecah diujung penisku. Selanjutnya ketika aku tekan, penisku terasa tidak adalagi yang menghalangi. Meski begitu aku tetap berhati-hati memajukan penisku. Aku terus melakukan gerakan mengejan sambil terus maju sedikit- demi sedikit.

Teknik mengejan itu seperti membukakan jalan dan melonggarkan lubang sempit, jadi ibarat penisku menguak perlahan lahan lubang sempitnya. Penisku berhasil terbenam seluruhnya. Pada posisi itu aku kembali mengejan berkali-kali. Diah mengatakan tidak terlalu merasa sakit. Aku menarik penisku perlahan lahan lalu kudorong lagi.

Begitu berkali-kali sampai terasa lubang vaginanya bisa menerima ukuran penisku dan pelumasannya sudah sempurna. Meski begitu sensasi rasa sempit lubang vaginanya masih sangat terasa. Penisku seperti dipegangi oleh vagina Diah. Aku terus memompanya dan mencari posisi yang dia rasakan nikmat. Tentunya sasaranku adalah menggerus Gspotnya. Jujur saja kalau aku tadi siang tidak bertempur, pasti sekarang aku tidak mampu bertahan. Tapi karena penisku terasa agak imum, makanya aku mampu bermain agak lama.

Diah mulai mengerang-ngerang merasakan nikmatnya bersenggama. Erangannya itu membakar birahiku makin tinggi. “Aduh oomm, enaaaakk oom , aduuuuh ,” tiba-tiba dia mengejang dan kedua kakinya melingkar ke pinggangku dan seolah-olah meminta agar aku menghentikan gerakan. Aku benamkan dalam-dalam penisku dan berusaha menekan clitorisnya. Terasa denyutan di sekujur bagian dalam vaginanya. Aku tunggu sampai orgasmenya mereda.

“Aneh banget enak e sampai aku lemes bu, “ kata Diah ketika menjawab pertanyaan ibunya.

Warni rupanya sudah telanjang bulat. Dia berbaring di samping anaknya. Aku tidak meneruskan ronde kedua untuk Diah tetapi pindah lubang . Sebelum pindah, kain putih yang mengalasi pantat Diah aku raih dan aku bersihkan batang penisku dengan kain putih itu, Terlihat warna merah muda.

Aku berpindah dan menancapkan penisku langsung ke memek Warni. Terasa lubang yang ini sangat longgar dibanding lubang tadi. Warni melawan gerakanku dengan pinggul memutar. Kosentrasiku jadi buyar, sehingga makin menjauhkan ejakulasiku. Aku minta berganti posisi, aku di bawah dan Warni bergejolak di atas. Posisi WOT ini makin memberi kemampuanku mengontrol menahan ejakulasiku.

Sementara itu Warni berusaha menemukan posisi yang dia rasa paling nyaman, sehingga tidak lama kemudian dia pun ambruk dan memeknya berkedut-kedut. Kuminta Warni menungging dan aku mencoblos dari belakang. Diah memperhatikan ibunya aku entot. Warni tidak peduli ditonton anaknya dia tetap saja mengerang-erang menikmati genjotanku. Posisi ini memudahkan penisku menggerus Gspotnya sehingga akhirnya Warni kembali mencapai orgasmenya. Dia mengeluh badannya lemas sekali dan menyerah tidak mampu lagi berada di posisi WOT.

Warni berbaring di samping anaknya. Aku menyaksikan dua tubuh telanjang ibu dan anak. Aku ingin menyudahi permainan ini dan untuk itu aku memilih lubang Diah. Aku pindah posisi dan mengangkangkan kaki Diah. Dia menurut saja. Perlahan-lahan kumasukkan kembali penisku ke dalam memeknya. Kali ini relatif lebih mudah karena aku juga kembali melumuri penisku dengan jeli.

Tanpa halangan berarti penisku berhasil terbenam di memeknya. Sensasi memek sempit rasanya luar biasa. Aku mulai menggenjot pelan-pelan. Sudah 10 menitan aku melakukan gerakan sampai aku merasa lelah, tetapi, orgasme masih belum terasa tanda-tandanya. Dia ingin mencoba posisi WOT. Aku mengatur posisi dan penisku kembali bersarang di memeknya. Dia melakukan gerakan tidak beraturan , sampai berkali-kali penisku lepas dari memeknya.

Dia menemukan posisi kenikmatannya sampai akhirnya mencapai orgasme lagi lalu ambruk memelukku.
Aku balikkan tubuhnya sambil berusaha menjaga agar penisku tidak sampai terlepas. Setelah itu aku berkonsentrasi untuk meraih orgasmeku. Berkat konsetrasi dan bantuan erangan Diah orgasmeku makin dekat. Menjelang ejakulasi kucabut buru-buru lalu kulepaskan diatas perut Diah.

Kuraih handuk lembab yang sudah disiapkan Warni. Dan kubersihkan sisa-sisa mani di penisku dan kubersihkan pula dua memek yang berlendir. Warni sudah terlelap dan mendengkur. Aku lalu mengatur posisi tidur dan menggeser mereka berdua agar agak merenggang. Ada celah sedikit diantara mereka aku lalu membaringkan diri. Warni dan Diah kuselimuti sarung dan aku tidur juga mengenakan sarung dengan bertelanjang dada.

Kami tertidur pulas.

Aku tersadar ketika mendengar kokok ayam jantan dan merasa geli di penisku. Ternyata penisku dijadikan sarapan oleh Warni. Setelah penisku tegang dia langsung mendudukiku dan mulai memacuku sampai akhirnya dia sendiri kecapean dan ambruk sambil memeknya berkedeut-kedut. Gerakan persetubuhan Warni membangunkan Diah sehingga dia menonton ibunya mengentotin aku.

Setelah Warni turun dari tubuhku, Diah ikut-ikutan pula mendudukiku dan memasukkan batang penisku ke memeknya. Mungkin memeknya belum begitu siap sehingga dia agak susah dan sakit. Kuraih jeli dan kulumari memeknya dan penisku dengan jeli. Dengan begitu dia jadi mudah menyarangkan penisku ke memeknya. Diah pun menggenjot penisku sampai dia akhirnya rubuh dengan memek yang juga berdenyut. Penisku lepas dari lubangnya dan Diah berbaring disampingku.

Sepeninggalan kedua lubang itu, penisku perlahan-lahan menyusut kembali. Aku tidak mau memaksakan berejakulasi lagi, apalagi diluar sudah terlihat agak terang.

Warni mengajakku bangun dan juga Diah disuruh bangkit. Kami bertiga menuju kamar mandi. Kuintip di ruang tamu Kardi masih mengorok dan anaknya Herman tidur dengan hamparan tikar di bawahnya. Kami mandi bertiga dengan air dingin yang segar. Aku puas meremas tetek besar Warni dan tetek mengkal Diah. Mereka berdua bermanja-manja denganku, sambil mengocok dan sesekali menghisap penisku. Ritual mandi kami jadi agak lama karena diselingin bergantian menghisap penisku. Penisku masih terus bertahan tidak mengeluarkan sperma.

Sampai akhirnya mereka bosan dan kami mengakhiri mandi yang rasanya hampir selama satu jam.
Aku masuk kamar dan mengenakan pakaian training dengan celana panjang dan kaus oblong. Warni membangunkan suaminya dan anaknya. Aku duduk di amben depan sambil menghisap rokok ditemani kopi panas. Nikmat sekali rasanya hidup ini.

Tidak lama kemudian Diah muncul dengan gelas kecil yang berisi dua telur ayam kampung setengah matang yang sudah digarami dan diberi lada sedikit. “Ini Oom untuk stamina kata ibu,” katanya. Kuseruput sekali saja langsung habis.

Iseng-iseng kuhubungi Joko pagi itu. Dia mengangkat telepon langsung bertanya, “Gimana.”

“Wah hebat aku dapat bonus malahan, “kataku.
“Bonus apaan,” tanyanya penasaran.
“Bonus buka segel,” kataku.
“Segelnya siapa,” dia tambah penasaran
“Anaknya,” kataku tenang.
“Wah uedann,” jawabnya.

Tidak lama kemudian Joko sudah muncul dibonceng Sastro.

Kami ngobrol sampai akhirnya terhidang nasi goreng.

Aku masuk ke kamar. Warni kutarik. Di dalam kuserahkan uang dua juta setengah, sambil kujelaskan bahwa yang limaratus untuk dirinya dan yang 2 juta untuk ganti keperawanan anaknya. Warni bertepuk tepuk kegirangan dan berkali-kali mencium uang yang dipegangnya lalu mencium pipiku.

Aku kembali bergabung dengan Joko di depan. Di otakku sudah ada skenario baru.

Aku mengajak Joko dengan pasangannya dan aku membawa Warni dan anaknya ke Solo untuk menginap semalam di kota itu. Aku ingin menikmati sensasi lain disana.

Usulku itu langsung disetujui Warni dan Diah, tetapi Joko masih bingung. Aku langsung menjawab kebingungannaya, pasti soal fulus.

“ Sudah semua aku yang tanggung. “ kataku

Dia langsung menjawab

“oke”

Kami berlima sudah duduk di dalam bus yang membawa ke Solo.

Di Solo aku memesan hotel terbaik di kota itu. Suite room untukku yang mempunyai conneting door dengan kamar Joko.

Seharian kami jalan-jalan ke Solo dan aku masih sempat membelikan sebuah HP untuk Diah.
Setelah lelah kami kembali ke hotel untuk istirahat. Kami semuanya terlelap sampai akhirnya terbangun hampir gelap.

“Gimana rencananya nanti malam acaranya apa,” tanya Joko yang masuk ke kamarku.
“ Kita mengadakan acara tayuban yang eksotis,” kataku.

Aku sudah menyiapkan lagu tayuban dan kurekam dalam Iphone ku dan ada speaker kecil yang lumayan bagus suaranya.

Setelah makan malam, kami kembali ke kamar.

Semua berkumpul di kamarku. Aku menjelaskan acara tayuban yang akan kami gelar.

Bir sudah didinginkan di kulkas, semua sudah siap.

Lampu sengaja tidak kami redupkan.

Warni dan Rini yang memang ledek, langsung paham lagu-lagu yang mengumandang dari Iphoneku. Bedanya tayuban di kamar ini adalah para ledeknya harus bugil, tapi tetap mengenakan selendang.
Mulanya mereka agak canggung langsung bugil, jadi mereka masih bertahan dengan celana dalam dan BH. Diah ikut serta jadi ronggeng.

Ketika lagu berkumandang Rini, Warni mulai bergoyang. Diah diajari ibunya menari sambil mengenakan selendang. Rini juga hanya mengenakan celana dalam dan mini setnya.

Aku dan Joko duduk di kursi hanya dengan mengenakan celana dalam.

Rini mengalungkan selendang ke Joko dan Warni serta Diah mengalungkan selendangnya ke aku. Kami berlima berjoget mengikuti irama musik.

Sambil menari aku dan Joko berkali-kali menggak bir sampai rasa di kepala agak nggliyeng.

Aku memeluk Warni sambil berusaha melepaskan kaitan bhnya. BHnya terlepas dan kuputar-putar diatas dengan satu tanganku. Buah dadanya yang besar bergoyang goyang seirama dengan gerakan tariannya. Joko mengikuti langkahku. Dari memeluk Warni aku memeluk Diah yang badannya agak kecil lalu kutarik ke atas minisetnya sehingga menyembullah tetek kecilnya. Aku bergantian memeluk Warni dan Diah tetapi aku memeluknya dari belakang sehingga kedua tanganku bisa meremas-remas kedua tetek mereka.

Puas bermain tetek aku menarik celana dalam mereka berdua bergantian sehingga keduanya bugil. Joko mengikuti, dan Rini kelihatan agak malu sehingga dia berusaha menutupi kemaluannya. Tapi itu berlangsung sebentar saja setelah Joko mengobel-ngobel memeknya, selanjutnya Rini lupa menutupi memeknya lagi.

Kami lalu berganti pasangan aku memeluk Rini dan Joko memilih memeluk Diah terlebih dahulu sambil memainkan tetek dan memek gundulnya. Kemudian dia pindah ke Warni.

Tidak ada penghalang rasa malu lagi ketika celana dalamku ditarik Rini dan Warni menarik celana Joko. Penis kami berdua sudah mengacung. Warni merebut ku lalu dia memelukku lalu berjongkok di depanku dan menghisap penisku sambil terus menari. Dia lalu menarik anaknya untuk menghisap penisku juga.
Joko yang juga diisap Rini ingin pula merasakan kuluman Warni. Ditariknya penisku dari mulut Rini lalu disodorkan ke Warni. Dengan sigap Warni langsung menelan penis Joko, Sementara itu aku berpindah dari kuluman Diah ke mulut Rini.

Rini kusenderkan ke dinding dan satu kakinya kuangkat. Penisku kuarahkan ke memeknya dengan satu gerakan maju ambleslah penisku ke dalam memeknya. Aku menggenjotnya sebentar. Joko iri melihatku. Dia pun menyandarkan Warni lalu melesakkan penisnya ke memek Warni. Tarian kami sudah tidak karuan lagi, karena sudah tidak mengikuti irama lagu, tetapi mengikuti irama ngentot.

Dari Warni Joko penasaran ingin merasakan memek kecil, dipeluknya Diah. Diah agak takut, tetapi setelah melihat anggukan ibunya dia melemas. Joko berkali-kali gagal memasukkan penisnya ke memek Diah. Mungkin karena tidak berhasil, dia memeluk Diah dan mengeretnya ke tempat tidur. Diah dibaringkan di tempat tidur dengan kaki tetap menjuntai lalu di melesakkan penisnya masuk ke memek Diah.

Sementara itu penisku yang maju mundur di memek Rini dalam posisi berdiri kedua bijiku diemut Warni dan lubang matahari ku dijilatinya. Aku ingatkan Joko agar jangan sampai melepas sperma di dalam memek Diah. Dia menggangguk lalu menarik penisnya dan melepaskan semprotan spermanya ke perut Diah.
Kami melakukan ritual tayuban bugil itu sampai jam 2 malam dan kami semua kelelahan.

Bed cover aku gelar di lantai dan kami tidur di atasnya berlima. Sebelumnya AC sudah kumatikan sehingga kami tidak kedinginan tidur dalam keadaan bugil.

Aku puas sekali malam itu bisa melakukan persetubuhan maraton berganti-ganti lubang. Keesokan paginya nafsuku sudah habis, sehingga jika biasanya bangun pagi penisku menegang, kali ini tetap lemas. Sementara itu Joko masih penasaran. Dia pagi itu melakukan persetubuhan maraton. Aku hanya duduk sambil telanjang menonton aksi life show.

Setelah sarapan di hotel, kami sempat berjalan-jalan sebentar ke kota Solo. Warni, Rini dan Diah kami lepas di terminal bus . Tadi waktu di hotel mereka masing-masing sudah kusumpeli uang sejuta-sejuta. Di terminal bus masih aku kasih ongkos duaratus-duaratus.

Kami kembali ke hotel untuk istirahat. Ketika kami sedang asyik, tiba-tiba no telepon Diah masuk.

“ Oom ada yang ketinggalan, kami balik ke hotel lagi,”

Aku menjemput mereka di Lobby dan kembali masuk ke kamar. Rupanya tas Diah tertinggal di dalam lemari. Mereka menawar pulangnya besok saja, masih ingin menginap semalam lagi bersamaku. Aku tidak kuasa menolak, selain mengiyakan saja.

Aku telepon front office bahwa kamar masih diperpanjang sampai besok. Aku sudah sangat lelah sehingga minta mereka memijatiku.

Awalnya memang pijat tapi berakhir dengan ngentot juga. Sampai mereka pulang aku entah berapa kali melakukan persetubuhan dengan mereka bertiga. bandar togel aman

Share:

LAYANAN CUSTOMER

Situs Togel Online Terpercaya

FLAMINGO4D ADALAH SITUS TOGEL ONLINE TERPERCAYA YANG MENYEDIAKAN PERMAINAN TARUHAN TOGEL ONLINE DAN BERBAGAI JENIS GAME CASINO ONLINE

Sample Text

Copyright 2018 © Situs Togel Online Terpercaya | Powered by Blogger Design by Flamingo4dFlamingo4d.com